back to top

KPEI Angkat Antonius Herman Azwar Jadi Dirut Periode 2026-2030

Emitentrust.com – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang digelar pada 22 Juni 2026 turut menyetujui laporan tahunan, laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih untuk Cadangan Wajib dan Cadangan Jaminan, serta penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.

Rapat juga telah menyetujui susunan baru Direksi KPEI yang akan menjalankan kepengurusan Perseroan sejak ditutupnya Rapat ini hingga penyelenggaraan RUPS Tahunan tahun 2030, sebagai berikut:

Direktur Utama: Antonius Herman Azwar
Direktur Kliring, Penjaminan, dan Pengawasan: Satya Birawa
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Proyek: Irmawati
Direktur Keanggotaan, Riset, dan Dukungan Bisnis: Ignatius Denny Wicaksono.

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah Perseroan sebesar Rp262,22 miliar pada tahun buku 2025, melonjak 75,79% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja impresif tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia.

Direktur Utama KPEI periode 2022-2026, Iding Pardi, mengungkapkan pendapatan Perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp949,55 miliar atau tumbuh 36,21% secara tahunan. Peningkatan laba turut memperkuat posisi keuangan Perseroan dengan ekuitas mencapai Rp2,81 triliun, meningkat 11,77% dibandingkan tahun 2024.

Sepanjang 2025, Rata-rata Nilai Transaksi Harian Bursa (RNTH) mencapai Rp18,07 triliun, naik 40,64% dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, KPEI mencatat nilai penyelesaian transaksi sebesar Rp5,47 triliun dengan tingkat efisiensi transaksi mencapai 63,34%.

Pada layanan pasar modal lainnya, nilai transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME) mencapai Rp118,90 miliar, sedangkan transaksi Triparty Repo tercatat sebesar Rp544,98 miliar. Untuk layanan kliring transaksi Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) melalui eBOCS PPA, KPEI membukukan nilai transaksi mencapai Rp178,29 triliun dengan frekuensi 2.838 transaksi sepanjang tahun 2025.

Di segmen Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA), layanan Central Counterparty (CCP) untuk transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) mencatat nilai nosional transaksi sebesar US$2,45 miliar dengan nilai net position US$2,3 miliar. Dari transaksi tersebut, KPEI berhasil membukukan efisiensi netting sebesar 6,11%.

Artikel Terkait

IHSG Ambles 1,29% di Sesi I, Hanya Satu Sektor Bertahan Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi pertama Selasa (23/6/2026). Hingga penutupan sesi I, IHSG terkoreksi 79,17 poin atau 1,29% ke level 6.037,52

Batulicin (BESS) Setujui Dividen Rp4,36 per Saham

PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp15 miliar atau Rp4,36 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum

BEEF Lanjut Buyback, Serok 2,5 Juta Saham Harga Pasar

PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) melaporkan adanya penambahan kepemilikan saham oleh pihak Direksi Perseroan melalui serangkaian transaksi yang dilakukan pada 22 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru