back to top

Laba ARNA Tergerus 6%, Meski Penjualan Naik di 2025

Emitentrust.com –PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) sepanjang 2025 membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp400,47 miliar, turun sekitar 6% dibandingkan Rp425,97 miliar pada 2024.

Penurunan laba terjadi meski penjualan berhasil tumbuh solid sepanjang tahun.

Dalam laporan keuangan hingga 31 Desember 2025 yang di rilis Jumat (27/2), ARNA mencatat penjualan neto Rp2,91 triliun, naik 10,6% dari Rp2,63 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, beban pokok penjualan melonjak lebih tinggi menjadi Rp2,03 triliun dari Rp1,72 triliun. Kenaikan beban ini menekan laba kotor yang turun menjadi Rp883,91 miliar dari Rp904,33 miliar.

Laba usaha tercatat Rp523,32 miliar, turun 4,7% dari Rp549,02 miliar.

Sejalan dengan itu, laba sebelum beban pajak juga melemah menjadi Rp523,56 miliar dari Rp547,99 miliar. Tekanan margin menjadi faktor utama penurunan kinerja laba perseroan sepanjang 2025.

Dari sisi neraca, total aset ARNA tumbuh menjadi Rp2,88 triliun per akhir 2025, naik dari Rp2,66 triliun pada 2024.

Namun, liabilitas meningkat lebih agresif menjadi Rp949,18 miliar dari Rp783,82 miliar, mencerminkan adanya kenaikan kewajiban di tengah ekspansi atau kebutuhan modal kerja.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru