back to top

TINS Melonjak 296%, Manajemen Bilang Tidak Ada Apa-Apa

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi PT Timah Tbk (TINS) terkait volatilitas dan lonjakan transaksi sahamnya dalam beberapa bulan terakhir.

Perlu diketahui dalam sepekan, saham TINS terbang 17,9%, dari Rp3.390 pada 11 Februari 2026. Lebih mencengangkan lagi, dalam enam bulan terakhir saham emiten tambang timah pelat merah ini melonjak hingga 296% dari posisi Rp1.010.

Bahkan pada perdagangan hari ini Kamis (19/2) saham TINS naik 1,27 persen ke level Rp4.000

Lonjakan ekstrem tersebut membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi resmi kepada perseroan terkait volatilitas transaksi sahamnya.

Menjawab surat BEI, manajemen TINS menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi publik.

Perseroan juga menyatakan, Tidak ada informasi penting yang belum diungkap ke publik, Tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham, Tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan) dan Tidak ada rencana perubahan kepemilikan dari pemegang saham pengendali

Corporate Secretary TINS, Rendi Kurniawan, menyampaikan bahwa perusahaan tidak memiliki informasi tambahan yang dapat menjelaskan lonjakan harga saham tersebut.

Dengan kenaikan hampir tiga kali lipat dalam enam bulan, pergerakan TINS memicu tanda tanya pelaku pasar. Pasalnya, lonjakan terjadi tanpa pengumuman aksi korporasi besar maupun keterbukaan informasi material.

Saham TINS pada perdagangan hari ini naik 1,27 persen ke level Rp4.000. Dalam sepekan terakhir naik 17,9 persen dari harga Rp3.390 pada 11 Februari 2026. Dalam enam bulan terbang 296 persen dari harga Rp1.010 pada 19 Agustus 22026.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru