back to top

Laba BRMS Terbang Nyaris 100% di 2025, Ini Pemicunya

Emitentrust.com- Emiten tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$50,09 juta, melonjak sekitar 99% dibandingkan laba US$25,13 juta pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan audit perusahaan, pendapatan BRMS meningkat 54% menjadi US$249,35 juta pada 2025, dari US$162,34 juta pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba usaha juga melonjak 118% menjadi US$93,18 juta, dari US$42,80 juta pada 2024.

Direktur dan Chief Financial Officer BRMS Charles Gobel menjelaskan, peningkatan kinerja perusahaan dipicu oleh dua faktor utama.

“Pertama, produksi emas kami naik sekitar 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Kedua, harga jual emas meningkat sekitar 38% dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sepanjang 2025, BRMS berhasil menjual 71.886 troy ounce emas, meningkat dari 64.983 troy ounce pada 2024. Sementara itu, penjualan perak melonjak 45% menjadi 199.385 troy ounce, dari sebelumnya 137.149 troy ounce.

Di sisi harga, rata-rata harga jual emas naik menjadi sekitar US$3.371 per ounce, dibandingkan US$2.442 per ounce pada tahun sebelumnya. Sedangkan harga jual perak meningkat menjadi US$35,31 per ounce.

Direktur Utama PT Citra Palu Minerals (anak usaha BRMS), Damar Kusumanto, mengatakan produksi emas 2025 tetap mampu tumbuh meski perusahaan melakukan operasi pushback yang berdampak pada kadar bijih di akhir tahun.

Menurutnya, BRMS menargetkan produksi emas dapat meningkat menjadi sekitar 80.000 troy ounce pada 2026, setelah perusahaan mulai menambang bijih dengan kadar lebih tinggi.

Sementara itu, Direktur Utama dan CEO BRMS Agus Projosasmito menyampaikan bahwa perusahaan juga tengah meningkatkan kapasitas salah satu pabrik emasnya dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari. Proyek peningkatan kapasitas tersebut ditargetkan rampung pada kuartal IV 2026.

Selain itu, BRMS juga menargetkan untuk memulai aktivitas penambangan bawah tanah dengan kadar emas tinggi sekitar 3,5 hingga 4,9 gram per ton pada semester II 2027, yang diharapkan akan semakin mendongkrak produksi emas perusahaan pada 2027 hingga 2028.

Artikel Terkait

BTN Lelang 10.000 Rumah Second, Harga Diskon 40%!

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau Bank Tabungan Negara siap membanjiri pasar properti nasional dengan 10.000 hunian second melalui program Lelang Akbar BTN 2026.

SMCB Putuskan Dividen Tunai Ratusan Miliar, Cek Jatah per Sahamnya!

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp329,37 miliar atau setara Rp36,518 per saham kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Mei 2026.

Emiten Hapsoro (RATU) Kantongi Rp1,7T dari Bank Mandiri Buat Akuisisi Blok Migas

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melalui entitas anak usahanya, PT Raharja Energi Madura (REM), memperoleh fasilitas kredit jumbo senilai USD109,2 juta (Jika asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS setara sekitar Rp1,78 triliun)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru