Emitentrust.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat idA+ dengan prospek stabil untuk PT Barito Pacific Tbk (BRPT) beserta surat utang yang masih beredar.
Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar yang kuat pada segmen operasional utama, dukungan pembagian dividen dari anak usaha utama, serta arus pendapatan yang stabil dari bisnis energi.
Namun demikian, PEFINDO menilai peringkat BRPT masih dibatasi oleh profil keuangan yang moderat, akses tidak langsung terhadap arus kas operasional anak perusahaan, serta risiko yang melekat pada segmen usaha utama perseroan.
PEFINDO menyebutkan bahwa peringkat berpotensi dinaikkan apabila kinerja keuangan BRPT menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan, khususnya melalui penurunan leverage dan peningkatan arus kas dari anak usaha.
Sebaliknya, peringkat dapat tertekan jika terjadi pelemahan profil keuangan, seperti margin bisnis petrokimia yang menyusut atau peningkatan utang yang tidak diimbangi dengan kemampuan menghasilkan arus kas yang lebih kuat. Tekanan juga dapat muncul jika arus kas anak usaha melemah akibat penurunan kinerja sektor petrokimia atau gangguan pada bisnis panas bumi.
Dalam penilaiannya, PEFINDO juga telah memperhitungkan sejumlah aksi korporasi terbaru, termasuk **akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. pada April 2025 serta Chevron Phillips Singapore Chemicals pada Agustus 2025.
Didirikan pada 1979, BRPT merupakan perusahaan induk investasi milik konglomerat Indonesia Prajogo Pangestu. Grup ini menjalankan bisnis utama di sektor petrokimia dan energi terbarukan melalui kepemilikan mayoritas pada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan PT Barito Renewable Energy Tbk.
Per 30 September 2025, Prajogo Pangestu tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sekitar 71,36% saham BRPT, sementara sisanya dimiliki oleh beberapa entitas afiliasi dan publik.


