back to top

Pendapatan ESSA Melejit 36% di Semester I-2026, Bos Ungkap Pemicunya

Emitentrust.com – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan laba bersih sebesar USD30 juta pada semester I-2026, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja positif tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 36% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi USD186 juta, didukung lonjakan harga amoniak dan kinerja operasional yang tetap solid.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA ESSA meningkat 48% YoY menjadi USD73 juta. Perseroan menilai pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan memanfaatkan kondisi harga komoditas yang menguntungkan melalui disiplin operasional serta pengelolaan aset yang andal.

Segmen bisnis amoniak menjadi kontributor utama pertumbuhan. Harga jual amoniak terealisasi naik 70% YoY menjadi USD531 per metrik ton (MT). Meskipun volume produksi sempat turun akibat pelaksanaan pemeliharaan terjadwal pabrik, pendapatan segmen amoniak tetap meningkat 43% YoY menjadi USD166 juta.

Di sisi lain, bisnis LPG tetap beroperasi normal dengan kenaikan harga jual terealisasi 5% YoY menjadi USD639 per MT, sehingga menghasilkan pendapatan USD20 juta.

ESSA juga berhasil menyelesaikan turnaround maintenance pabrik amoniak pada 8 Juni 2026 dalam waktu 34 hari, lebih cepat dari target awal selama 35–38 hari. Kegiatan pemeliharaan yang melibatkan lebih dari 1.000 tenaga kerja dari berbagai disiplin tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk menjaga keandalan aset, meningkatkan efisiensi operasional, dan meminimalkan risiko penghentian operasi yang tidak terencana.

Presiden Direktur & CEO ESSA, Kanishk Laroya, mengatakan keberhasilan penyelesaian pemeliharaan terjadwal tersebut mencerminkan perencanaan yang matang dan eksekusi yang solid.

Selain selesai lebih cepat dari jadwal, kegiatan tersebut juga mencatatkan Zero Lost Time Injury (LTI), yang menunjukkan komitmen Perseroan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Menurutnya, turnaround tersebut akan meningkatkan keandalan, keselamatan, produktivitas, dan efisiensi pabrik, sekaligus memperkuat posisi ESSA sebagai operator pabrik amoniak berkelas dunia.

Artikel Terkait

Rugi INAF Susut 23,93%, Penjualan Melonjak Hampir 18% di Semester I-2026

PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) berhasil memperkecil rugi bersih pada semester I-2026 seiring dengan meningkatnya penjualan dan membaiknya profitabilitas. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp33,13 miliar,

BRI Kuasai Penyaluran KUR Perumahan Rp10,6T, Target Unit Terlampaui!

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) kembali mencatatkan kinerja positif dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan BRI telah mencapai Rp10,6 triliun atau 88,3% dari target Rp12 triliun yang

Spindo (ISSP) Bukukan Laba Naik 12,7%, Pendapatan Tembus Rp2,8T di Semester I

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp240,54 miliar pada semester I-2026,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru