Emitentrust.com – PT Panin Financial Tbk (PNLF) pada kuartal I-2026 mencatatkan laba bersih mencapai Rp1,26 triliun, melonjak sekitar 43,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp883 miliar.
Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,37 triliun, naik dari Rp2,91 triliun pada kuartal I-2025.
Dari sisi operasional, pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp2,33 triliun dari Rp2,16 triliun.
Selain itu, hasil investasi bersih juga melonjak tajam menjadi Rp477,37 miliar, dibandingkan Rp173,15 miliar pada tahun sebelumnya.
Namun demikian, beban usaha juga mengalami peningkatan. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp1,58 triliun, sementara cadangan kerugian penurunan nilai naik menjadi Rp350,48 miliar.
Meski beban meningkat, laba sebelum pajak tetap tumbuh menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,10 triliun. Setelah dikurangi pajak, laba bersih tetap menunjukkan peningkatan signifikan.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp239,27 triliun, meski mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp251,70 triliun. Sementara itu, total ekuitas berada di level Rp68,53 triliun.
Likuiditas perusahaan juga tetap kuat, dengan kas dan setara kas meningkat menjadi Rp19,49 triliun dari Rp15,63 triliun pada akhir tahun lalu.
Di sisi lain, total liabilitas tercatat sebesar Rp155,85 triliun, sementara dana syirkah temporer mencapai Rp14,80 triliun.


