back to top

Adhi Commuter (ADCP) Berbalik Rugi Rp26M di Q1, Pendapatan Ambruk 46%

Emitentrust.com – PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) pada kuartal I-2026. membukukan rugi bersih sebesar Rp26,02 miliar, berbalik dari laba Rp16,27 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Jumat (1/5) disebutkan penurunan kinerja ini sejalan dengan pendapatan usaha yang anjlok 46,3% secara tahunan (YoY) menjadi Rp37,84 miliar, dibandingkan Rp70,46 miliar pada kuartal I-2025.

Secara operasional, laba bruto ADCP juga turun menjadi Rp10,34 miliar dari sebelumnya Rp15,29 miliar. Tekanan kinerja semakin dalam akibat lonjakan beban lainnya yang mencapai Rp26,57 miliar, jauh meningkat dari Rp4,42 miliar pada periode sebelumnya.

Di sisi lain, beban bunga dan keuangan masih cukup tinggi sebesar Rp9,29 miliar, sementara pendapatan keuangan tercatat Rp4,39 miliar.

Dari sisi neraca, total aset ADCP relatif stabil di level Rp5,05 triliun per 31 Maret 2026. Namun, total liabilitas meningkat menjadi Rp4,66 triliun, sehingga ekuitas menyusut menjadi Rp391,69 miliar.

Penurunan ekuitas ini juga tercermin dari akumulasi rugi yang membengkak menjadi Rp1,94 triliun.

Dalam operasionalnya, ADCP didukung oleh entitas anak utama seperti PT Mega Graha Citra Perkasa yang bergerak di sektor properti dengan kontribusi aset mencapai Rp294,57 miliar.

Manajemen menyatakan laporan keuangan ini telah disusun sesuai standar PSAK dan memenuhi ketentuan OJK, meskipun masih berstatus tidak diaudit.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru