Emitentrust.com – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) melaporkan struktur kepemilikan saham perseroan per akhir Mei 2026 dengan porsi saham free float tetap terjaga di level 50,07% atau setara 1,715 miliar saham.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, jumlah saham free float tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan total saham tercatat sebanyak 3,426 miliar lembar, saham publik masih mendominasi lebih dari separuh kepemilikan perseroan.
Dalam laporan tersebut, Perseroan juga mengungkapkan bahwa pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) PT Multi Makmur Lemindo Tbk tetap berada pada Morris Capital Indonesia yang menguasai sekitar 50% saham Perseroan melalui kepemilikan langsung.
Tercatat, Morris Capital Indonesia menggenggam 1.710.331.400 saham atau setara 49,92% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Sementara itu, anggota Direksi yang tercatat memiliki saham Perseroan adalah Noprian Fadli dengan kepemilikan sebanyak 198.208 saham atau sekitar 0,01%.
Dari sisi basis investor, jumlah pemegang saham PIPA terus bertambah. Hingga akhir Mei 2026, jumlah investor yang tercatat memiliki Single Investor Identification (SID) mencapai 26.502 investor atau meningkat 1.364 investor dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebanyak 25.138 investor.
Komposisi kepemilikan saham publik sebagian besar masih didominasi investor individu dengan kepemilikan mencapai sekitar 1,69 miliar saham. Selain itu terdapat kepemilikan dari investor korporasi, perusahaan sekuritas, manajer investasi, dan institusi keuangan lainnya.
Perseroan menegaskan seluruh perhitungan free float telah disusun sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia dengan mengecualikan saham milik pengendali, afiliasi pengendali, direksi, komisaris, serta saham treasuri.
Pada perdagangan hari ini Selasa (9/6) saham PIPA naik 4,1 persen ke level Rp101. Dalam sepekan terakhir anjlok 16,5 persen. dalam sebulan ambles 24,6 persen. Dalam enam bulan tersungkur 57 persen dari harga Rp240 pada awal Januari 2026.


