back to top

Jasnita (JAST) Lepas Tanggung Jawab atas Aktivitas Nomor 14085, Ini Alasannya

Emitentrust.com – PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) memberikan klarifikasi atas beredarnya informasi di berbagai platform digital dan media sosial yang mengaitkan nomor 14085 dengan perseroan.

Manajemen JAST menjelaskan bahwa sebagai penyedia layanan telekomunikasi, perseroan hanya berperan sebagai penyedia nomor yang diperoleh dari regulator, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Perseroan menegaskan bahwa nomor 14085 telah dikembalikan kepada Komdigi RI pada 25 November 2022 melalui mekanisme administratif yang berlaku. Dengan demikian, sejak tanggal tersebut nomor tersebut tidak lagi dimiliki, digunakan, maupun dikelola oleh JAST.

“Sejak pengembalian nomor tersebut kepada regulator, Perseroan tidak lagi memiliki kewenangan, akses maupun kendali atas penggunaan nomor 14085,” tulis manajemen JAST dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik.

JAST menambahkan bahwa setiap aktivitas komunikasi yang menggunakan nomor 14085 setelah 25 November 2022 berada di luar pengelolaan dan tanggung jawab perseroan. Oleh sebab itu, segala bentuk penggunaan nomor tersebut setelah tanggal pengembalian tidak memiliki keterkaitan operasional dengan JAST.

Artikel Terkait

IHSG Terjun 1,18% di Sesi I, Seluruh Sektor Kompak Merah!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 1,18% pada perdagangan sesi pertama Kamis (13/8/2026). Tekanan pasar terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil review dan rebalancing indeks, yang turut memicu aksi jual di pasar saham Indonesia.

Direktur INPS Buang 35,2 Juta Saham Harga Diskon

Direktur PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), Jerry Erfansyah, mengurangi kepemilikan sahamnya di perseroan sebanyak 35,2 juta saham.

MSCI Coret GOTO, CPIN Turun Kelas, Mirae Ungkap Potensi Outflow Hingga Rp1T

Hasil MSCI August 2026 Index Review dinilai memberikan tekanan bagi pasar saham Indonesia. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan perubahan indeks tersebut dapat memicu arus dana keluar hingga Rp1 triliun,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru