back to top

PTMP Catat Laba Melonjak 144% di Kuartal I, Padahal Penjualan Drop!

Emitentrust.com – PT Mitra Pack Tbk (PTMP) membukukan laba bersih sebesar Rp4,77 miliar hingga kuartal I-2026 atau melonjak 144,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,95 miliar. Kenaikan laba bersih terjadi di tengah penurunan pendapatan perseroan sebesar 14,8% secara tahunan (year on year/yoy).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan PTMP tercatat sebesar Rp44,74 miliar hingga 31 Maret 2026, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp52,51 miliar.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bruto perseroan juga menyusut menjadi Rp16,11 miliar dari sebelumnya Rp17,68 miliar pada kuartal I-2025.

Meski demikian, PTMP berhasil mencatatkan peningkatan laba sebelum pajak menjadi Rp5,33 miliar dari Rp3,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh adanya keuntungan lainnya sebesar Rp2,53 miliar yang tidak tercatat pada periode sebelumnya.

Dengan demikian, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik signifikan menjadi Rp4,77 miliar dibandingkan Rp1,95 miliar pada kuartal I-2025.

Dari sisi neraca, jumlah liabilitas perseroan turun menjadi Rp95,77 miliar hingga 31 Maret 2026 dibandingkan Rp101,01 miliar per 31 Desember 2025. Sementara total aset tercatat sebesar Rp270,77 miliar, sedikit turun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp271,22 miliar.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru