back to top

PYFA Siapkan Rights Issue 5,7 Miliar Saham, Potensi Dilusi 45,6%

Emitentrust.com – Pyridam Farma Tbk. (PYFA) emiten farmasi ini akan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau right issue.

Dalam prospektus ringkas yang dirilis, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan maksimal 33,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi.

Tak hanya itu, PYFA juga akan menerbitkan hingga 3,75 miliar Waran Seri II atau setara 33,41% dari total saham beredar, yang akan melekat pada saham hasil rights issue. Setiap pemegang waran nantinya berhak membeli saham baru dengan harga pelaksanaan tertentu.

HMETD dijadwalkan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia selama periode 13–20 Juli 2026, dengan recording date pada 9 Juli 2026.

Perseroan secara tegas mengingatkan investor bahwa aksi ini membawa risiko dilusi yang tidak kecil. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi terdilusi hingga:33,65% setelah PMHMETD II, dan dan maksimum 45,69% jika seluruh Waran Seri II dikonversi.

Manajemen menyebutkan bahwa dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis di industri farmasi yang dikenal kompetitif, padat modal, dan berbasis teknologi tinggi.

Adapun perkiraan jadwal right issue sebagai berikut: Beberapa jadwal krusial yang perlu dicermati investor:
Cum HMETD: 7 Juli 2026

Ex HMETD: 8 Juli 2026

Recording Date: 9 Juli 2026

Perdagangan HMETD: 13–20 Juli 2026

Distribusi saham: hingga 22 Juli 2026

Artikel Terkait

IHSG Akhiri Juli Nanjak ke Level 6.236, Reli Sepekan Capai 3,44%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/7/2026). IHSG menguat 0,80% ke level 6.236,12, sekaligus menutup perdagangan sepanjang Juli 2026 dengan kinerja positif.

BEI Tetapkan Saham Berbasis Hijau Perkuat Pendanaan Berkelanjutan di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Green Equity Designation atau Penetapan Saham Berbasis Hijau sebagai langkah memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan sekaligus memperluas akses pendanaan bagi perusahaan yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau dan transisi rendah karbon.

Diam-diam! Crown Company Caplok 8,257% Saham BLTZ Lewat Dua Transaksi

Investor asing CROWN COMPANY PTE. LTD. resmi mengakumulasi kepemilikan saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) melalui dua transaksi akuisisi tidak langsung (indirect acquisition) yang efektif pada 24 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru