Emitentrust.com – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) kembali memanggil para pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, setelah rapat sebelumnya pada 24 April 2026 belum memenuhi kuorum kehadiran pemegang saham.
Berdasarkan surat pemanggilan RUPSLB yang disampaikan kepada otoritas pasar modal, agenda utama rapat adalah meminta persetujuan pemegang saham atas pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan penambahan modal dasar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk, Richie Adrian Hartanto S, menyampaikan bahwa RUPSLB akan digelar mulai pukul 14.00 WIB di Kantor Perseroan Lantai 3, Jalan Bintaro Raya No. 8A, Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Perseroan menetapkan bahwa pemegang saham yang berhak menghadiri dan memberikan suara dalam RUPSLB adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 6 Agustus 2026 atau recording date.
Pelaksanaan RUPSLB ini merupakan tindak lanjut dari RUPSLB sebelumnya yang diselenggarakan pada 24 April 2026 sebagaimana mengacu pada surat Perseroan Nomor 001/HDK/SP/III/2026 tertanggal 2 Maret 2026. Karena rapat tersebut belum memenuhi kuorum kehadiran, Perseroan kembali menggelar RUPSLB untuk memperoleh persetujuan pemegang saham atas rencana penambahan modal dasar.
Sebagai informasi PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana melakukan right issue (HMETD) untuk mengakuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) senilai sekitar Rp1,6 triliun. Rencana right issue berada di kisaran Rp450 – Rp550 per saham.
Akan tetapi rencana akuisisi jumbo senilai Rp1,6 triliun oleh PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) memantik perhatian serius Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, nilai transaksi tersebut setara hampir 15 kali lipat dari total aset perseroan per 30 Juni 2025 yang hanya Rp107,08 miliar.
Dalam surat tanggapan resmi ke BEI tertanggal 11 Februari 2026, manajemen MEJA memberikan klarifikasi atas rencana akuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP), perusahaan tambang batubara di Sumatera Selatan dengan konsesi ±11.640 hektare dan estimasi sumber daya 693,7 juta ton.
MEJA mengakui hingga surat disampaikan, pihaknya masih menunggu detail ikhtisar laporan keuangan TCP. Meski demikian, nilai akuisisi Rp1,6 triliun sudah lebih dulu disepakati dalam perjanjian awal 22 Desember 2025.
Pada perdagangan hari ini Jumat (7/8) saham MEJA turun 2,83 persen ke level Rp103.


