back to top

Saham PIPA Kembali ARB, Tekanan Jual Tak Terbendung

Emitentrust.com – Tekanan jual investor terhadap saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) belum menunjukkan tanda mereda. Pada perdagangan Kamis (5/2), saham PIPA kembali tersungkur dan menyentuh auto rejection bawah (ARB) untuk hari kedua berturut-turut.

Hingga pukul 10.22 WIB, saham PIPA ambles 14,9% dan terparkir di level Rp154 per saham, tepat di batas bawah perdagangan harian.

Sehari sebelumnya, pada perdagangan Rabu (4/2), saham PIPA juga jatuh ke ARB 14,6% dan ditutup di level Rp181 per saham.

Dalam sepekan terakhir, kinerja saham PIPA tercatat turun 10,4%, dari posisi Rp202 pada 29 Januari 2026. Sementara itu, jika ditarik dalam horizon satu bulan, saham PIPA telah runtuh sekitar 30% dari level Rp260 pada 5 Januari 2026.

Seperti diketahui, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menemukan fakta bahwa PT Multi Makmur Lemindo Tbk sejatinya dinilai tidak memenuhi kelayakan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia, khususnya karena valuasi aset perusahaan tidak memenuhi persyaratan pencatatan.

Meski demikian, dalam proses penawaran umum perdana saham, PIPA tetap berhasil menghimpun dana sekitar Rp97 miliar. Dalam aksi korporasi tersebut, PT Shinhan Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi efek (underwriter).

Sebagai bagian dari proses penyidikan, Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan di kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia guna mencari dan mengumpulkan alat bukti terkait dugaan peran perusahaan sekuritas tersebut dalam proses IPO PIPA.

PT Multi Makmur Lemindo (PIPA) didirikan pada Juni 2005. Awalnya perusahaan ini memproduksi lem PVC dan PVAc dengan merek INTRPLAS saja. Kini, perusahaan juga memproduksi pipa PVC (Supernova, Asiavin, dan Intralon), tangki air PVC (Bahana), ember cor (Daichi, Intra-153), dan tangki air.

PIPA menjacatakan sahamnya di BEI (IPO) pada 10 April 2023 sebanyak 925.000.000 Saham, atau 27,01% dari modal disetor penuh pada harga perdana Rp105 per saham.
Dana yang diraup dari IPO tersebut sebesar Rp97.125.000.000 dan bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama PT. Shinhan Sekuritas Indonesia.

Pemegang saham per 30 September 2024

– Junaedi 1.000.000.000 saham atau 29,20%
– Masyarakat 925.029.454 saham atau 27,01%
– Susyanalief 700.000.000 saham atau 20,44%
– Imanuel Kevin Mayola 300.000.000 saham atau 8,76%
– Hendrik Saputra 250.000.000 saham atau7,30%
– Nanang Saputra 250.000.000 saham atau 7,30%.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru