Emitentrust.com- Aksi penawaran tender wajib yang dilakukan pengendali baru PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) berakhir jauh dari target. Dari ratusan juta saham yang seharusnya dapat dibeli, realisasi saham yang masuk justru sangat minim.
Pengendali baru Radiant Ruby Company Ltd menggelar penawaran tender wajib yang berlangsung pada 3 Februari hingga 4 Maret 2026.
Dalam aksi korporasi tersebut, Radiant Ruby sebenarnya wajib membeli hingga maksimum 247.059.302 saham milik publik, tulis Hartono Limmantoro Direktur Utama AMMS Jumat (13/3).
Namun hingga periode tender offer berakhir dan transaksi diselesaikan pada 9 Maret 2026, jumlah saham yang berhasil diserap hanya 160 saham saja.
Dengan demikian, sebagian besar pemegang saham publik memilih tidak melepas kepemilikannya dalam tender wajib tersebut.
Meski penyerapan saham sangat kecil, posisi pengendali baru tetap kokoh. Setelah pelaksanaan tender wajib, Radiant Ruby Company Ltd tercatat menggenggam 630.001.529 saham atau setara 51% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh di PT Agung Menjangan Mas Tbk.
AMMS menyatakan bahwa hasil tender wajib tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional, kondisi hukum, maupun keuangan perseroan.
Pada perdagangan hari ini Jumat (13/3) saham AMMS turun 0,48 persen ke level Rp414 per lembar.
Seperti diketahui Perusahaan investasi asal British Virgin Islands, Radiant Ruby Company Ltd, resmi mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas saham PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS).
Aksi korporasi ini dilakukan setelah Radiant Ruby menjadi pengendali baru AMMS dengan kepemilikan 51,00% saham, efektif sejak 24 Desember 2025.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (2/2), Radiant Ruby menawarkan untuk membeli sebanyak-banyaknya 247.059.302 saham atau setara dengan 20,00% saham publik AMMS, dengan harga penawaran Rp156 per saham.
Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian AMMS di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman negosiasi, yang tercatat sebesar Rp155,72 per saham.


