Emitentrust.com- PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) mengungkapkan seluruh dana hasil penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2025 telah habis terserap 100%. Seluruh dana jumbo tersebut langsung dialokasikan untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok utang bank Perseroan.
Dalam laporan penggunaan dana hasil penawaran umum yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (20/1), SGRO merinci bahwa penerbitan efek yang efektif pada 4 Juli 2025 tersebut menghasilkan dana bersih Rp200 miliar, yang terdiri dari Obligasi sebesar Rp75 miliar dan Sukuk Ijarah sebesar Rp125 miliar.
Setelah dikurangi biaya emisi, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp72,894 miliar dari obligasi dan Rp122,106 miliar dari sukuk. Seluruh dana itu langsung digelontorkan untuk pelunasan utang, tanpa menyisakan dana mengendap sedikit pun.
“Sisa dana tercatat nihil,” tulis manajemen SGRO.
SGRO juga menegaskan tidak ada dana hasil penerbitan obligasi maupun sukuk yang ditempatkan di instrumen keuangan atau disimpan di pihak tertentu. Artinya, tidak ada dana parkir, baik di deposito maupun instrumen pasar uang.
Seluruh hasil penerbitan obligasi dan sukuk tersebut langsung dialihkan untuk mempercepat pembayaran kewajiban perbankan, yang sebelumnya jatuh tempo lebih panjang.
Perseroan juga membeberkan rincian biaya penawaran umum yang mencapai sekitar Rp5 miliar, meliputi biaya penjaminan emisi, manajemen, penjualan, jasa profesi penunjang pasar modal, hingga konsultasi keuangan.


