back to top

TPIA Ungkap Siap Tambah Saham Free Float Jadi 15%

Emitentrust.com- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) buka suara terkait rencana peningkatan porsi saham publik (free float) menjadi 15% sesuai kebijakan terbaru otoritas pasar modal.

Emiten Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu ini menegaskan komitmennya untuk mematuhi ketentuan tersebut, meskipun implementasinya membutuhkan waktu transisi dua hingga tiga tahun.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat TPIA, Suryandi, memastikan perseroan siap mengikuti arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Tentu kami akan patuh, tapi butuh waktu karena dari 10% ke 15% ada penambahan sekitar 5%. Pada saat kami nambah (free float) itu kan harus ada penyerapan juga. Kami akan rencanakan dengan baik, pada waktunya kami akan sampaikan,” ujar Suryandi dalam Diskusi Media, Selasa (24/2/2026).

Merujuk Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Januari 2026, porsi kepemilikan publik TPIA saat ini masih berada di level 10,68%. Artinya, perseroan perlu menambah sekitar 5% saham beredar di publik untuk memenuhi batas minimum 15%.

Kebijakan kenaikan free float menjadi 15% sendiri merupakan bagian dari rencana aksi percepatan reformasi dan integrasi pasar modal yang akan diimplementasikan bertahap selama tiga tahun.

Pada perdagangan hari i ni saham TPIA turun 1,74 persen ke level Rp7.075.

Artikel Terkait

TRIN Raup Rp1,57M, Lepas 2,6 Juta Saham Treasuri di Pasar

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melaporkan pelaksanaan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan pada 25 Mei 2026.

MTLA Jadwalkan Pembayaran Dividen Rp74,25M

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, total dividen yang dibagikan mencapai Rp74.254.725.401 atau setara Rp9,7 per saham.

NAYZ Ungkap Ganti Bisnis ke Telekomunikasi dan Teknologi

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengonfirmasi bahwa bisnis makanan bayi yang selama ini menjadi kegiatan usaha utama Perseroan akan dihentikan setelah proses pengambilalihan dan inbreng perusahaan milik Sako Consultancy Pte Ltd (Sako) selesai dilaksanakan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru