Emitentrust.com – PT Express Transindo Utama Tbk (BEI: TAXI) belum dapat mengambil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 Juli 2026. Seluruh agenda rapat tidak dapat diputuskan karena tidak memenuhi kuorum kehadiran pemegang saham.
Berdasarkan ringkasan risalah RUPS yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (21./7) bahwa rapat dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.397.050.786 saham atau 23,45% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Tingkat kehadiran tersebut belum memenuhi ketentuan kuorum sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga seluruh mata acara rapat dinyatakan tidak kuorum.
Akibatnya, Perseroan belum dapat memperoleh persetujuan atas sejumlah agenda penting, antara lain:
Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.
Penetapan penggunaan laba bersih, termasuk keputusan mengenai pembagian dividen.
Penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik.
Penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk Tahun Buku 2026.
Dengan tidak tercapainya kuorum, Perseroan juga belum dapat menetapkan keputusan terkait penggunaan laba bersih, sehingga belum ada keputusan mengenai pembagian dividen kepada pemegang saham.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, Perseroan turut menyampaikan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang masih menjabat, yakni Johannes B.E. Triatmojo sebagai Direktur Utama, Jannes Philipus Chuang dan Shafruhan Sinungan sebagai Direktur, serta Ari Daryata Singgih sebagai Komisaris Utama didampingi M. Alfan Baharudin sebagai Komisaris Independen.
Perseroan belum menjelaskan jadwal penyelenggaraan RUPS lanjutan untuk kembali meminta persetujuan pemegang saham atas agenda-agenda yang belum dapat diputuskan akibat tidak terpenuhinya kuorum kehadiran.
Pada perdagangan hari ini Selasa (21/7) saham TAXI naik hingga 8,3 persen hingga menyentuh ARA di level Rp13.
Sebagai informasi, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) membukukan rugi bersih sebesar Rp337,87 juta pada kuartal I-2026. Meski masih merugi, kinerja perseroan menunjukkan perbaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat rugi bersih Rp1,94 miliar.
Di sisi pendapatan, emiten transportasi tersebut berhasil mencatat lonjakan pendapatan hingga 239,67% menjadi Rp2,27 miliar per 31 Maret 2026, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp668,09 juta.


