back to top

Tender Wajib INPS Sepi, Hanya 5.000 Saham Masuk

Emitentrust.com – PT Indah Prakasa Sentosa Tbk. (INPS) mengumumkan PT Graha Inti Guna Persada selaku pengendali baru telah menyelesaikan proses penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) sesuai ketentuan POJK Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. Menariknya, tender wajib tersebut hanya diikuti oleh 5.000 saham, jauh di bawah jumlah maksimal saham yang ditawarkan.

Direktur Utama INPS, Eddy Purwanto Winata, dalam keterangannya Senin (27/7), menyampaikan penyelesaian tender wajib efektif pada 21 Juli 2026. Proses tersebut merupakan tindak lanjut atas pengambilalihan Perseroan oleh PT Graha Inti Guna Persada dan dilaksanakan sesuai pengumuman keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Koran Jakarta pada 17 Juni 2026.

Masa penawaran tender wajib berlangsung pada 18 Juni hingga 17 Juli 2026. Dalam periode tersebut, PT Graha Inti Guna Persada menawarkan pembelian hingga 81.387.000 saham milik publik. Namun, berdasarkan laporan pelaksanaan, hanya terdapat 5.000 saham yang ditawarkan oleh investor, baik melalui formulir yang diterima PT Adimitra Jasa Korpora maupun berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Perseroan menyatakan setelah berakhirnya masa penawaran, PT Graha Inti Guna Persada melakukan penyelesaian pembayaran melalui PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai perusahaan sekuritas yang ditunjuk. INPS juga menegaskan penyelesaian tender wajib tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Sebelumnya, PT Graha Inti Guna Persada resmi mengakuisisi 87,48% saham INPS senilai Rp50,5 miliar pada harga Rp89 per lembar saham, sehingga menjadi pengendali baru Perseroan.

Akuisisi tersebut mewajibkan pengendali baru melaksanakan mandatory tender offer kepada pemegang saham publik sesuai regulasi yang berlaku.

Pada perdagangan Senin (27/7), saham INPS ditutup menguat 8% ke level Rp700 per saham.

Artikel Terkait

MKNT Siapkan Aksi Korporasi Jumbo, Pengendali Baru Bakal Kuasai 80,04%

PT Mitra Telekomunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyiapkan rangkaian aksi korporasi berskala besar yang mencakup akuisisi perusahaan, restrukturisasi utang, hingga penguatan struktur

CEKA Raup Laba Rp147M naik 19,5%, Penjualan Tembus Rp5T di Semester I

PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) membukukan laba bersih sebesar Rp147,21 miliar pada semester I-2026, meningkat 19,56% dibandingkan Rp123,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba OKAS Anjlok 81,9%, Pendapatan Naik Tipis di Semester I-2026

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membukukan laba bersih sebesar USD1,06 juta pada semester I-2026, merosot 81,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD5,86 juta.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru