back to top

Terbang Ratusan Persen Berujung Suspensi, Begini Penjelasan Bos NSSS

Emitentrust.com – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) menyampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penghentikan sementara perdagangan saham perseroan pada 8 Januari 2026.

Teguh Patriawan Direktur Utama NSSS dalam keterangannya pada 9 Januari 2026, menegaskan bahwa penghentian sementara perdagangan saham bukan disebabkan oleh adanya informasi material atau kejadian khusus dari internal perusahaan.

Hingga saat ini perseroan tetap fokus menjalankan kegiatan operasional dan berupaya meningkatkan kinerja fundamental guna menciptakan nilai tambah bagi investor, pemegang saham, serta para pemangku kepentingan lainnya,

“Sampai dengan surat ini dibuat, Perseroan tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian lain yang bersifat material yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha, keputusan investasi pemegang saham, maupun nilai saham Perseroan,” tulis Teguh

Terkait pergerakan harga saham NSSS yang berujung pada suspensi, perseroan menegaskan bahwa dinamika harga sepenuhnya merupakan hasil mekanisme pasar dan berada di luar kendali manajemen.

Lebih lanjut, NSSS memastikan bahwa kejadian ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Seperti diketahui saham NSSS disuspensi BEI pada Kamis (8/1) pada harga Rp1.250 lantaran lonjakan harga yang signifikan. Dalam sepekan terkahir NSSS melonjak 34 persen dari harga Rp930 pada 5 Januari 2026.

Dalam sebulan terbang 81 persen dari harga Rp690 pada 9 Desember 2025. Dalam 6 bulan terbang 259 persen dari harga Rp348 pada 9 JUli 2025. Secara tahunan (YTD) NSSS terbang 362 persen dari harga Rp270 pada 9 Januari 2025.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru