back to top

TFAS Sebut Mau Bersihkan 2,28 Juta Saham Treasuri

Emitentrust.com – Emiten teknologi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) resmi mengumumkan langkah lanjutan dalam pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback). Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi kepatuhan regulasi sekaligus menjaga fleksibilitas kinerja saham Perseroan di tengah dinamika pasar.

Dalam keterangan resmi yang dikutip 5 Januari 2026, manajemen TFAS menyampaikan rencana melepas seluruh sisa saham treasuri yang masih tersimpan di kas Perseroan. Langkah ini juga menjadi bentuk pemenuhan kewajiban sesuai ketentuan pasar modal.

TFAS mencatat, sepanjang periode 26 Maret hingga 30 September 2020, Perseroan telah mengoleksi 9.849.600 lembar saham melalui aksi buyback. Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 7.561.800 lembar saham telah berhasil dialihkan melalui mekanisme penjualan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan demikian, saat ini TFAS masih menggenggam 2.287.800 lembar saham treasuri yang akan segera dilepas ke pasar. Aksi ini merupakan bagian dari kewajiban Perseroan untuk mematuhi Pasal 15 dan 16 POJK Nomor 30/2017, yang mewajibkan emiten mulai mengalihkan saham treasuri paling lambat dua tahun setelah masa simpan tiga tahun berakhir.

Untuk mendukung kelancaran aksi tersebut, TFAS menunjuk PT Panca Global Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan memfasilitasi proses pengalihan saham. Penunjukan ini diharapkan memastikan seluruh proses berjalan transparan, profesional, dan sesuai mekanisme pasar.

Adapun periode pelaksanaan pengalihan saham direncanakan berlangsung mulai 19 Januari 2026 hingga 30 September 2026. Namun, manajemen menegaskan bahwa periode tersebut dapat berakhir lebih cepat apabila seluruh saham treasuri berhasil dialihkan sebelum tenggat waktu.

Soal harga, Perseroan memastikan bahwa pengalihan saham akan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan OJK dan peraturan bursa yang berlaku. Langkah ini diyakini dapat memberikan kepastian bagi investor sekaligus berpotensi meningkatkan likuiditas saham TFAS di pasar sekunder.

Pada perdagangan hari ini Selasa (6/1) saham TFAS turun 3,2 persen ke level Rp296 per lembar. Dalam sebulan terakhir drop 7,5 persen dari harga Rp320 pada 8 Desember 2025. Namun dalam enam bulan terakhir TFAS terbang 111,4 persen dari harga Rp140 pada 7 Juli 2026.

TFAS (PT Telefast Indonesia Tbk) bergerak di bidang Teknologi dan Jasa Platform Digital SDM, menyediakan solusi distribusi produk telekomunikasi (pulsa, paket data) melalui jaringan ritel luas dan layanan outsourcing SDM untuk gerai-gerai

Artikel Terkait

Market Cap BEI Melonjak 7,18%, Tembus Rp13.189T Dalam Sepekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan perdagangan periode 13—17 April 2026 mencatat Kapitalisasi pasar melonjak 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari sebelumnya Rp12.305 triliun.

BEI Layangkan Surat ke Emiten Grup Bakrie (DEWA)

Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR),

IHSG Bangkit di Akhir Pekan, Reli Sepekan Tembus 2% Lebih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (17/4/2026), setelah sempat tertekan dalam dua hari sebelumnya. IHSG ditutup menguat 12,62 poin atau 0,17% ke level 7.634,00.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru