Emitentrust.com – Analis pasar modal menilai saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih memiliki peluang re-rating positif, meskipun sejak awal tahun sudah melonjak lebih dari 20%.
Berdasarkan data perdagangan hingga Selasa (24/2/2026), saham TUGU telah naik 21,5% year-to-date (YTD) ke level Rp1.425 per saham. Kinerja ini kontras dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terkoreksi 3,5% YTD, serta indeks IDX Finance yang turun 3,3%.
Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, mengatakan investor saat ini menantikan laporan keuangan TUGU full year 2025 yang diproyeksikan masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Berdasarkan laporan bulanan Desember 2025 (Unaudited), TUGU (parent only) mencatat:
Premi bruto Rp6,01 triliun (+13,01% yoy)
Hasil underwriting Rp842,18 miliar (+1,35% yoy)
Hasil investasi Rp432,87 miliar (+30,11% yoy)
Laba bersih Rp575,04 miliar
Kinerja anak usaha reasuransi, TuguRe, juga solid:
Premi bruto Rp2,67 triliun (+7,68%)
Hasil investasi Rp223,19 miliar (+64,21%)
Laba bersih Rp172,15 miliar (+56,88%)
Lonjakan hasil investasi menjadi motor utama pertumbuhan laba.
Rafly menilai, dengan proyeksi laba konsolidasian yang bertumbuh sepanjang 2025, terdapat peluang kenaikan dividen.
Dalam empat tahun terakhir, dividend payout ratio TUGU berada di kisaran 40%.
Di sisi valuasi, saham TUGU saat ini diperdagangkan di level sekitar 0,5x PBV (Price to Book Value), jauh lebih murah dibandingkan rata-rata emiten di indeks keuangan.
“Kombinasi kinerja solid, dividend play, dan valuasi murah menciptakan potensi re-rating positif,” ujar Rafly.
Ia menambahkan, potensi tersebut bahkan belum memasukkan kemungkinan aksi korporasi seperti konsolidasi, merger, atau akuisisi yang ramai diperbincangkan pasar.
Sentimen positif juga tercermin dari pergerakan investor asing. Sepanjang Februari 2026, saham TUGU mencatat net foreign buy sebesar Rp22,49 miliar.
Rata-rata nilai transaksi harian selama Februari meningkat signifikan ke kisaran Rp8–9 miliar per hari, jauh di atas rata-rata transaksi harian 2025 yang hanya sekitar Rp3,5 miliar.
Dengan kombinasi akumulasi asing, peningkatan likuiditas, dan fundamental yang membaik, saham TUGU dinilai semakin menarik bagi investor yang mencari emiten defensif dengan potensi dividen dan re-rating valuasi.


