back to top

Efisiensi 80%! Indofarma Pangkas Biaya, Bidik Pemulihan Kinerja 2026

EmTrust – Manajemen PT Indofarma Tbk (INAF) mengaku bahwa pihaknya terus memfokuskan program kerja perseroan pada kelanjutan restrukturisasi kinerja. Langkah ini ditempuh seiring upaya perseroan untuk memperbaiki struktur keuangan dan memperkuat fundamental usaha menuju pemulihan kinerja yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Indofarma Tbk, Sahat Sihombing, menyampaikan bahwa Indofarma juga menjalankan berbagai inisiatif efisiensi, termasuk transformasi sumber daya manusia (SDM) serta pengendalian belanja modal (capital expenditure/capex) dan belanja operasional (operational expenditure/opex). Program tersebut diarahkan untuk menciptakan struktur biaya yang lebih ramping dan berkelanjutan.

“Untuk tahun depan, kami telah melakukan transformasi SDM sehingga struktur biaya menjadi lebih efisien, baik dari sisi capex maupun opex. Dengan dukungan pendanaan dan efisiensi yang berjalan, kami optimistis kinerja perseroan akan semakin membaik,” ujar Sahat.

Manajemen menyampaikan bahwa langkah efisiensi telah mencakup penghematan biaya produksi serta penataan kembali human capital. Transformasi SDM tersebut diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional pada 2026 dan masa mendatang.

“Kami telah menjalankan berbagai cara (efisiensi) untuk menekan berbagai biaya. Dan kami mencatat Perseroan telah melakukan efisiensi hingga sebesar 80%,” tegasnya.

Sejalan dengan upaya restrukturisasi dan efisiensi yang dijalankan, Indofarma menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 112 persen pada 2026 dibandingkan dengan prognosis tahun 2025. Target tersebut didukung oleh kelanjutan restrukturisasi kinerja serta sinergi dengan holding BUMN farmasi.

Manajemen optimistis, penguatan struktur keuangan melalui efisiensi biaya dan transformasi organisasi akan meningkatkan daya saing perseroan serta menciptakan fondasi kinerja yang lebih solid dalam jangka menengah dan panjang.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru