back to top

Menanti Ledakan ‘Cabe Rawit Asia’ di Panggung NBA

EmTrust – Satu lagi atlet potensial dari Asia berpeluang menggebrak panggung basket dunia.
Setelah sebelumnya kita mengenal nama-nama beken seperti Wataru Misaka, Rui Hachimura, Yuta Watanabe hingga tentunya Yao Ming, kini sorotan media mengarah pada point guard asal Jepang yang baru saja bergabung dengan Chicago Bulls pada pertengahan tahun ini, Yuki Kawamura.

Sempat tampil memukau bersama Memphis Grizzlies pada NBA Las Vegas Summer League, Yuki merupakan bakat moncer yang dimiliki oleh Yokohama B-Corsairs sejak Maret 2022, usai mengukir prestasi mengesankan di liga amatir bersama Tim Tokai University, tempat dia menimba ilmu selepas SMA.

Yang menarik dari Yuki adalah posturnya yang terlihat ‘mungil’ di tengah para pemain NBA lain, yang rata-rata di kisaran 190-an cm ke atas.

Seperti halnya orang Asia kebanyakan, Yuki memiliki badan yang ‘hanya’ 173 cm. Coba bandingkan misalnya dengan Yao Ming yang tingginya mencapai 229 cm. Atau coba sandingkan dengan salah satu bintang NBA, Lebron James, yang memiliki tinggi badan 2.06 cm, atau juga pebasket idola Yuki, Michael Jordan yang bertinggi 198 cm.

Dengan postur ‘cabe rawit’ tersebut, penampilan Yuki di panggung NBA dengan cepat menyerap atensi publik basket dunia.

Sosok Yuki kini tak ubahnya seperti Son Heung-Min, Park Ji Sung atau Keisuke Honda di ranah sepakbola: menjadi deretan bintang dari Asia yang kemampuannya tak kalah pamor dengan para atlet dari Amerika dan Eropa.

Yang menarik, sosok Yuki di Chicago Bulls juga tak jarang dikaitkan dengan sosok Song Tae-seop, tokoh fiksi dalam serial manga terkenal bertema basket, Slam Dunk.

Seperti halnya Yuki, personifikasi Song dalam Slam Dunk juga dikenalkan sebagai pemain mungil, dengan tinggi badan hanya 168 cm, 4 cm lebih pendek dibanding Yuki. Dalam cerita The First Slam Dunk, Song dikisahkan harus pergi ke AS demi dapat berlatih basket sejak level SMA.

Sedangkan Yuki bahkan tak perlu jauh-jauh ke AS untuk dapat mengejar impiannya menjadi pemain basket andal. Bersama tim basket SMA Fukuoka Daiichi, Yuki bahkan sukses memenangi empat kejuaraan nasional, sekaligus sukses menjadi lima pemain terbaik di seantero Jepang.

Dengan ‘start karier’ yang jauh lebih mentereng dibanding Song sang tokoh fiktif, apakah Yuki dapat memaksimalkan potensinya sebagai bintang basket dunia di masa depan?

(Tantra Deepa Rastafari)

Artikel Terkait

Populer 7 Hari

Berita Terbaru