back to top

IHSG Cetak Rekor Baru, Ditutup Melonjak 0,84% ke Level 8.933

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di level rekor tertinggi baru setelah menguat 0,84% atau bertambah 74,41 poin ke level 8.933,60 pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026).

Penguatan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral. Tercatat, 10 sektor berada di zona hijau, sementara hanya satu sektor yang melemah.

Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah sektor barang baku yang melesat 3,35%. Disusul sektor perindustrian yang naik 2,14%, sektor energi menguat 1,62%, sektor teknologi naik 1,57%, serta sektor properti dan real estat yang menguat 1,34%.

Sektor lainnya juga mencatatkan penguatan, yakni sektor infrastruktur naik 0,86%, barang konsumer primer menguat 0,73%, sektor keuangan naik 0,66%, barang konsumer nonprimer naik 0,22%, dan sektor kesehatan naik 0,17%. Sementara itu, sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,89%.

Aktivitas perdagangan saham berlangsung ramai. Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 67,58 miliar saham dengan nilai transaksi Rp33,90 triliun. Sebanyak 428 saham menguat, 256 saham melemah, dan 127 saham stagnan.

Di jajaran saham penguat, MLPT melonjak Rp4.700 menjadi Rp67.300 per saham. POLU naik Rp1.600 ke level Rp25.825 per saham, sedangkan ARKO melesat Rp1.500 menjadi Rp9.200 per saham.

Sementara itu, saham yang melemah antara lain DSSA yang turun Rp1.425 ke Rp95.675 per saham, SINI terkoreksi Rp1.000 menjadi Rp13.000 per saham, serta MBSS turun Rp290 ke level Rp3.400 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 311.339 kali transaksi senilai Rp4,02 triliun. Disusul DEWA yang ditransaksikan 175.054 kali senilai Rp2 triliun, serta HUMI sebanyak 114.569 kali transaksi dengan nilai Rp473 miliar.

Pada indeks LQ45, Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi top gainer setelah melonjak 10,71% ke level Rp7.750 per saham. Selanjutnya Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang naik 10,17% ke Rp1.300 per saham, serta Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 9,73% ke Rp1.805 per saham.

Sementara itu, top losers LQ45 ditempati oleh Indosat Tbk (ISAT) yang terkoreksi 7,30% ke Rp2.160 per saham, Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah 3,86% ke Rp2.740 per saham, dan Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,37% ke level Rp4.880 per saham.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BNBR) Kantongi Restu Right Issue

Laba bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 502,74 miliar, naik 49,6% dibanding tahun sebelumnya Pendapatan bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 3,74 triliun

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Pengendali HILL Bolak – Balik Transaksi Jutaan Lembar Harga Gocap

Pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL), yakni PT Hillcon Equity Management, tercatat melakukan aksi jual sekaligus beli saham dalam dua hari berurutan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru