back to top

Petrosea (PTRO) Ungkap Transaksi Baru Saham Grup Hafar

Emitentrust.com – PT Petrosea Tbk (PTRO) melaporkan pengalihan kepemilikan saham antar anak usaha dalam lingkup internal perseroan. Transaksi ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi internal tanpa mengubah pengendalian akhir atas entitas terkait.

Anto Broto Approver PTRO mengungkapkan bahwa PT Hafar Dava Samudera Daya (HDS) mengalihkan kepemilikan atas satu lembar saham atau setara 0,01% saham PT Hafar Capital Nusantara (HCN) kepada PT Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC). Nilai transaksi pengalihan saham tersebut tercatat sebesar Rp10.171.200.

PEPC merupakan anak usaha Petrosea yang dimiliki secara langsung sebesar 99,99%. Sementara itu, HDS merupakan anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan melalui PEPC sebesar 51%, dan HCN merupakan anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung melalui HDS dengan kepemilikan 100%.

Dengan struktur kepemilikan tersebut, HDS dan PEPC dikategorikan sebagai pihak terafiliasi sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan tidak mengubah pengendalian perseroan.

Pengalihan saham dilakukan berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Saham Nomor 03 tanggal 8 Januari 2026 yang dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Timur.

Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020, sehingga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun penggunaan jasa penilai independen.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru