Emitentrust- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menggeber penuh aktivitas operasional pertambangan batubara sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025. Serangkaian kegiatan pengeboran masif dilakukan melalui sejumlah anak usaha dengan total dana yang digelontorkan mencapai puluhan miliar rupiah.
Corporate Secretary ITMG, Monika Ida Krisnamurti, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (9/1) menyampaikan bahwa kegiatan pengeboran tersebut merupakan kelanjutan dari aktivitas eksplorasi pada periode sebelumnya. Untuk tahap ini saja, perseroan menghabiskan biaya sebesar Rp12,56 miliar.
Salah satu anak usaha, PT Trubaindo Coal Mining, melaksanakan eksplorasi di area Blok Selatan yang berlokasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Aktivitas pengeboran dilakukan oleh kontraktor jasa PT Cosyindo Teknik. Pada periode Oktober–Desember 2025, pengeboran pra-produksi telah direalisasikan di Blok Selatan (SB2). Sementara itu, pengembangan Blok Selatan (SB3) masih menunggu terbitnya izin PPKH Eksplorasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan kebutuhan dana mencapai Rp1,85 miliar.
Di sisi lain, PT Indominco Mandiri juga mengintensifkan kegiatan pengeboran pada Blok Barat yang mencakup wilayah Kecamatan Sangatta (Kutai Timur), Marang Kayu (Kutai Kartanegara), serta Bontang Utara dan Selatan (Kota Bontang). Operasi pengeboran ini dikerjakan oleh PT Geryndo Utama dan PT Dunggio Drilling dengan total biaya Rp1,67 miliar.
Tak kalah agresif, PT Bharinto Ekatama melakukan pengeboran pra-produksi berskala besar di dua wilayah sekaligus. Di Blok Lempanang, perusahaan membuka 77 lubang bor dengan total kedalaman 4.971 meter untuk open hole serta 2.059 meter bor inti. Sementara di Blok Tenaik, aktivitas pengeboran dilakukan pada 160 lubang bor dengan total kedalaman 10.923 meter open hole dan 2.055 meter bor inti. Seluruh aktivitas ini menelan biaya Rp8,14 miliar.
Adapun PT Tepian Indah Sukses menerapkan metode pemboran partially coring dan fully coring dengan jarak antar lubang bor 75–200 meter dan kedalaman 80–100 meter. Pemboran dilakukan untuk memastikan kemenerusan lapisan batubara, menganalisis pengaruh sedimentasi dan struktur geologi, hingga pengambilan data geoteknik serta hidrogeologi. Selain itu, conto batubara dikumpulkan untuk analisis proximate dan ultimate dengan metode sampling composite dan ply. Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp911,23 juta.


