back to top

Lagi Suspensi! Pengendali NSSS Kumpulkan 165 Juta Saham

Emitentrust.com – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) menyampaikan bahwa PT Samuel International sebagai Pemegang saham pengendali telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 13 Januari 2026.

Manajemen NSSS dalam keterangan tertulisnya Kamis (15/1) menuturkan bahwa PT Samuel International telah menambah kepemilikan saham NSSS sebanyak 165.000.000 lembar saham di harga Rp570 per saham

“Tujuan transaksi ini adalah untuk Pinjam Meminjam Saham dengan kepemilikan saham langsung,”tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham PT Samuel International di NSSS bertambah menjadi 2,02 juta lembar saham setara dengan 8,50% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,85 juta lembar saham setara dengan 7,80%.

Perlu diketahui saham NSSS dalam suspensi BEI sejak 8 Januari 2026 lantaran terjadi lonjakan harga. NSSS disuspensi pada harga Rp1.250 per saham.

NSSS dalam sebulan terakhir terbang 78,5 persen dari harga Rp700 pada 15 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 263,3 persen dari harga Rp344 pada 15 Juli 2025.

Sebelumnya PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) menyampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penghentikan sementara perdagangan saham perseroan pada 8 Januari 2026.

Teguh Patriawan Direktur Utama NSSS dalam keterangannya pada 9 Januari 2026, menegaskan bahwa penghentian sementara perdagangan saham bukan disebabkan oleh adanya informasi material atau kejadian khusus dari internal perusahaan.

Hingga saat ini perseroan tetap fokus menjalankan kegiatan operasional dan berupaya meningkatkan kinerja fundamental guna menciptakan nilai tambah bagi investor, pemegang saham, serta para pemangku kepentingan lainnya,

“Sampai dengan surat ini dibuat, Perseroan tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian lain yang bersifat material yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha, keputusan investasi pemegang saham, maupun nilai saham Perseroan,” tulis Teguh

Terkait pergerakan harga saham NSSS yang berujung pada suspensi, perseroan menegaskan bahwa dinamika harga sepenuhnya merupakan hasil mekanisme pasar dan berada di luar kendali manajemen.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru