back to top

4 Saham Terbang Disorot, Satu ARA Tiga Tersungkur

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan harga saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF), PT Pakuan Tbk (UANG), dan PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN). Keempat saham tersebut masuk dalam pengawasan terkait pola transaksi yang tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA).

Pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (23/1/2026), saham PGUN terpantau melemah 11,65% atau turun 1.600 poin ke level Rp12.125 per saham. Dalam sepekan terakhir PGUN masih melonjak 25,9%, sementara secara enam bulan saham ini sudah terbang hingga 1.709% dari level Rp670.

Sementara itu, saham GOLF juga mengalami tekanan dengan pelemahan 5,44% atau turun 22 poin ke harga Rp382 per saham. Namun secara historis, saham ini mencatatkan reli tajam dengan kenaikan 43,6% dalam sepekan dan 75,2% dalam sebulan terakhir.

Tekanan paling dalam terjadi pada saham UANG. Emiten ini pada sesi I siang ini anjlok 15% atau turun 1.125 poin ke level Rp6.375 per saham. Meski demikian, secara jangka menengah, pergerakan UANG terbilang ekstrem dengan kenaikan 3.025% dalam enam bulan terakhir, dari harga Rp200.

Berbeda dengan tiga saham lainnya, PLAN justru bergerak menguat. Saham ini pada jeda siang tercatat naik 9,87% atau melesat ke ARA di harga Rp89 per saham. Secara bulanan, PLAN telah melonjak lebih dari 100%, sementara dalam enam bulan naik 128% dari FCA.

Seiring kondisi tersebut, BEI mengimbau investor agar mencermati kinerja fundamental dan keterbukaan informasi perusahaan tercatat, serta mengkaji kembali setiap rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan RUPS. Investor juga diminta mempertimbangkan berbagai risiko dan kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru