back to top

AIMS Siapkan Right Issue, Nilai Emisi Masih Digodok

Emitentrust.com- PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) emiten pertambangan mengungkapkan rencana strategis penguatan permodalan melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.

Rencana tersebut disampaikan manajemen dalam Public Expose Insidentil yang digelar secara daring hari ini Kamis ((29/1), sebagai bentuk pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi atas volatilitas transaksi saham perseroan.

Manajemen AIMS menegaskan bahwa hingga saat ini nilai right issue belum dapat ditentukan dan dipublikasikan. Hal ini lantaran besaran emisi saham baru masih menunggu finalisasi rencana penggunaan dana (use of proceeds), khususnya untuk mendukung pengembangan calon anak usaha baru yang tengah dikaji perseroan.

“Nilai right issue sangat bergantung pada kebutuhan pendanaan untuk pengembangan bisnis ke depan. Kami memastikan setiap langkah yang diambil bertujuan menciptakan nilai tambah optimal bagi para pemegang saham,” ujar manajemen AIMS.

Manajemen juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan Public Expose Insidentil ini merupakan tindak lanjut atas pengumuman suspensi sementara perdagangan saham AIMS oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Januari 2026.

Perseroan menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh ketentuan bursa, khususnya terkait penyampaian informasi material kepada publik.

Langkah ini, menurut manajemen, dilakukan agar investor memperoleh gambaran yang jelas dan seimbang mengenai kondisi perseroan serta rencana strategis yang tengah dipersiapkan.

Fokus Kembangkan Anak Usaha

Sepanjang paparan, jajaran direksi turut memaparkan proyeksi bisnis AIMS ke depan. Perseroan menargetkan penguatan investasi melalui entitas anak sebagai motor utama pertumbuhan kinerja dan pendapatan konsolidasian.

AIMS memastikan akan segera mengumumkan detail lengkap right issue, termasuk nilai emisi, rasio, serta rencana penggunaan dana, setelah seluruh kajian internal dan target investasi diselesaikan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru