back to top

Saham Dinilai Murah, AMOR Gelar Buyback Rp7M

Emitentrust.com – Emiten manajer investasi PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) yang telah diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal yang lebih efisien sekaligus untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (29/1), manajemen AMOR menyampaikan bahwa buyback akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.

Perseroan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp7 miliar, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.

Manajemen menilai bahwa harga saham AMOR saat ini belum mencerminkan nilai fundamental perseroan, sehingga momentum buyback dianggap tepat untuk mendukung kepentingan pemegang saham.

Periode pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama 30 Januari hingga 30 April 2026.

Dari sisi pendanaan, AMOR memastikan seluruh dana buyback akan berasal dari kas internal perseroan. Manajemen menegaskan bahwa alokasi dana tersebut bersifat tidak material terhadap total aset perusahaan dan tidak akan mengganggu modal kerja maupun kelangsungan operasional usaha.

“Pelaksanaan pembelian kembali saham diperkirakan akan berdampak minimal terhadap kegiatan usaha, operasional, dan pertumbuhan perseroan karena dana yang dialokasikan tidak akan memengaruhi posisi likuiditas secara signifikan,” tulis manajemen dalam dokumen keterbukaan informasi.

Setelah periode buyback berakhir, perseroan memiliki fleksibilitas untuk mengalihkan saham hasil pembelian kembali sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada perdagangan hari ini saham AMOR naik 2,5 persen ke level Rp380

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru