back to top

Medco Energi (MEDC) Ungkap Transaksi Jumbo Rp800 Miliar

Emitentrust.com- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) resmi memperoleh fasilitas kredit jumbo senilai Rp800 miliar dari PT Bank ICBC Indonesia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Perjanjian Kredit yang ditandatangani pada 4 Februari 2026.

Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/2), manajemen MEDC menjelaskan bahwa fasilitas kredit tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) serta pendanaan umum Perseroan.

“Pemberian fasilitas kredit dari PT Bank ICBC Indonesia kepada Perseroan akan digunakan untuk membiayai kebutuhan Perseroan untuk belanja modal dan/atau pendanaan umum Perusahaan,” ujar Siendy K. Wisandana, Corporate Secretary PT Medco Energi Internasional Tbk, dalam keterbukaan informasi.

Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 60 bulan terhitung sejak tanggal pencairan pertama. Namun demikian, manajemen tidak merinci lebih lanjut terkait skema penarikan, tingkat bunga, maupun jaminan atas fasilitas kredit tersebut.

MEDC menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian kredit ini tidak menimbulkan dampak material khusus terhadap kondisi keuangan maupun operasional Perseroan, mengingat penyampaian informasi ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi sesuai dengan POJK No. 31/POJK.04/2015.

Artikel Terkait

Emiten Hapsoro (SINI) Rights Issue Rp3,6T, PTRO Ikut Jadi Standby Buyer

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berencana menghimpun dana hingga Rp3,61 triliun melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.

CBRE Tunggu Lampu Hijau OJK

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) memastikan rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue tetap berjalan sesuai jadwal dan kini memasuki tahap penelaahan dokumen oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

TRIN Raup Rp1,57M, Lepas 2,6 Juta Saham Treasuri di Pasar

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melaporkan pelaksanaan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan pada 25 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru