back to top

Direktur MSJA Asal Jepang Cicil Jual Saham Harga Pasar

Emitentrust.com – PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) menyampaikan bahwa salah satu direktur asal Jepang Takushi Ishimoto, tercatat melakukan aksi penjualan saham dalam beberapa tahap dengan nilai akumulatif mencapai Rp40,76 juta.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham tertanggal 5 Februari 2026 disebutkan bahwa Ishimoto melepas sebagian kepemilikannya pada 4 Februari 2026 melalui mekanisme penjualan tidak langsung.

Dalam laporan tersebut, Takushi Ishimoto menjual saham MSJA sebanyak 100.000 saham, yang dilakukan dalam lima transaksi terpisah, masing-masing 20.000 saham, dengan rentang harga di kisaran Rp398–Rp418 per saham.

Secara sebanyak 20.000 saham di harga Rp404. lalu 20.000 saham di harga Rp398, kemudian 20.000 saham di harga Rp418, selanjutnya 20.000 saham di harga Rp410 dan sebanyak 20.000 saham di harga Rp408

Dari rangkaian transaksi tersebut, total nilai penjualan yang dilakukan Takushi Ishimoto sekitar Rp40,76 juta.

Pasca transaksi, kepemilikan saham Takushi Ishimoto di MSJA turun tipis dari sebelumnya 30,81 juta saham (0,5238%) menjadi 30,71 juta saham, dengan hak suara menyusut ke 0,5221%.

Pada perdagangan hari ini Kamis (5/2) saham MSJA naik 3,6 persen ke level Rp394. dalam sepekan terakhir naik 12,5 persen dari harga Rp350 pada 30 Januari 2026. Dalam sebulan naik 17,2 persen dari harga Rp336 pada 5 Januari 2026. Dalam enam bulan naik 28,7 persen dari harga Rp306.

PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) adalah produsen lembaran nonwoven untuk industri kesehatan (popok, pembalut wanita, masker, dll), konstruksi, pertanian, dll. Perusahaan ini menggunakan berbagai teknologi dalam proses pembuatan bahan nonwoven, seperti spun bond dan spun melt, meltblown, dan needlepunch.

MSJA mencatakan sahamnya di BEI (IPO) pada 10 Januari 2024 sebanyak 882.352.900 Saham atau 15,00% dari modal disetor penuh pada harga Rp300. Dana yang diraup dari IPO tersebut senilai Rp264.705.870.000.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi Utama PT. Reliance Sekuritas Indonesia Tbk dan PT BRI Danareksa Sekuritas.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru