back to top

IHSG Terus Tertekan, Hampir Semua Sektor Merah

Emitentrust.com- Tekanan jual di pasar saham Indonesia berlanjut hingga akhir perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (5/2/2026) seiring mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah.

Pada penutupan pukul 16.00 WIB, IHSG tercatat turun 42,84 poin atau 0,53% dan berakhir di level 8.103,88, mencerminkan masih kuatnya tekanan di pasar sepanjang sesi perdagangan.

Pelemahan IHSG terjadi seiring koreksi pada hampir seluruh indeks sektoral. IDX Sektor Perindustrian menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah anjlok 1,35%.

Selanjutnya, IDX Sektor Infrastruktur melemah 1,23%, IDX Sektor Energi turun 1,20%, serta IDX Sektor Teknologi yang terkoreksi 1,19%.

Tekanan juga terlihat pada IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang melemah 0,99%, diikuti IDX Sektor Barang Baku turun 0,87%, serta IDX Sektor Properti dan Real Estate yang melemah 0,84%.

Adapun IDX Sektor Kesehatan turun 0,78%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik melemah 0,18%, dan IDX Sektor Keuangan terkoreksi 0,11%.

Di tengah tekanan tersebut, hanya IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,79%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi di BEI mencapai 35,77 miliar saham dengan nilai transaksi Rp19,84 triliun. Sebanyak 349 saham melemah, sementara 299 saham menguat dan 172 saham stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual hingga penutupan.

Sejumlah saham masih mencatatkan penguatan harga. BLUE naik Rp800 ke level Rp6.475 per saham, RLCO menguat Rp500 ke Rp7.500, serta POLU naik Rp400 ke Rp20.975 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual signifikan terlihat pada DSSA yang turun Rp2.400 ke Rp88.000, SINI melemah Rp1.550 ke Rp14.025, serta FILM yang terkoreksi Rp1.325 ke Rp7.600 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, BUMI menjadi saham teraktif dengan 104.830 kali transaksi senilai Rp1,05 triliun. Selanjutnya MINA diperdagangkan sebanyak 101.229 kali senilai Rp436 miliar, serta BIPI dengan 95.437 kali transaksi senilai Rp443 miliar.

Pada kelompok saham unggulan LQ45, tekanan jual dipimpin oleh Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang turun 6,25%, disusul XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang melemah 5,81%, serta Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang turun 5,07%.

Sementara itu, Top gainers LQ45 diisi oleh Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melonjak 7,80%, Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang menguat 5,69%, serta Astra International Tbk (ASII) yang naik 4,12%.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru