back to top

Struktur AVIA Terkuak! Keluarga Tanoko Kuasai 69%, Free Float Susut

Emitentrust.com – PT Avia Avian Tbk (AVIA) menyampaikan struktur pemegang saham. Dalam Laporan Pemegang Efek per 31 Januari 2026, disebutkan bahwa kendali mayoritas AVIA masih berada di tangan kelompok pengendali, sementara porsi free float kembali menyusut.

Berdasarkan laporan kepemilikan disampaikan ke BEI Jumat (6/2), total saham AVIA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tetap sebanyak 61,95 miliar saham. Namun, komposisi kepemilikan menunjukkan 69,09% saham dikuasai pemegang saham pengendali, sementara porsi non-pengendali bertahan di 30,91%.

Dua entitas utama dalam struktur kepemilikan AVIA masih tak tergoyahkan. PT Tancorp Surya Sentosa tercatat menggenggam 22,67 miliar saham atau 36,6%, disusul PT Wahana Lancar Rejeki dengan kepemilikan 20,13 miliar saham atau 32,49%.

Selain itu, investor asing Archipelago Investment tetap memegang 3,90 miliar saham atau 6,3%, mengamankan status sebagai pemegang saham besar di luar grup pengendali.

Nama-nama besar di balik kendali AVIA pun kembali ditegaskan, dengan Wijono Tanoko, Hermanto Tanoko, dan Ruslan Tanoko tercatat sebagai penerima manfaat akhir kepemilikan saham Perseroan.

Dari jajaran manajemen, Robert Christian tercatat memiliki 1,43 miliar saham (2,3%), sementara Kurnia Hadi Sinanto memegang 782.500 saham. Kepemilikan direksi lainnya, termasuk Angelica Tanisia Jozar dan Wijono Tanoko, tercatat relatif kecil dan tidak mengalami perubahan dibanding bulan sebelumnya.

Artinya, sepanjang Januari 2026 tidak terjadi pergeseran signifikan di level orang dalam, menandakan stabilitas struktur kepemilikan internal AVIA.

Per akhir Januari 2026, saham treasury AVIA meningkat menjadi 2,74 miliar saham atau 4,42%, naik dari 4,26% pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, free float AVIA justru menyusut, dari 14,31% menjadi 14,15%. Jumlah saham free float kini tercatat 8,77 miliar saham, sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan free float ini beriringan dengan penurunan jumlah pemegang saham, dari 13.591 menjadi 12.937 investor, atau berkurang 654 pemegang saham hanya dalam satu bulan.

Artikel Terkait

OJK Yakin MSCI Tak Turunkan Status Pasar Modal RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis status pasar modal Indonesia tidak akan diturunkan oleh Morgan Stanley Capital International(MSCI) Inc,

Laba TUGU Melejit 77% di 2025 Ini Rahasianya

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025, menegaskan konsistensi fundamental bisnis di tengah dinamika industri asuransi dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 117.

Bos SIDO Borong Saham di Tengah Pergerakan Stagnan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, (SIDO) menyampaikan bahwa Irwan Hidayat, selaku direktur kembali menambah kepemilikan sahamnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru