back to top

PTRO Terkonsentrasi, Free Float 29%, UBO Prajogo Pangestu

Emitentrust.com- PT Petrosea Tbk (PTRO) menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Januari 2026, emiten kontraktor tambang ini mengungkap bahwa Prajogo Pangestu merupakan penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner).

Anto Broto Approver PTRO dalam laporan tertulisnya Jumat (6/2) menegaskan posisi Prajogo Pangestu sebagai figur kunci di balik struktur pengendalian saham PTRO.

Secara kepemilikan, pengendali utama PTRO adalah PT Kreasi Jasa Persada yang menggenggam 4,57 miliar saham atau 45,33%. Selain itu, PT Caraka Reksa Optima tercatat menguasai 2,46 miliar saham atau 24,44%.

Dengan struktur tersebut, saham PTRO mayoritas berada di tangan entitas yang terafiliasi dengan kelompok usaha Barito.

Total saham beredar Petrosea mencapai 10,08 miliar saham, dengan porsi free float sekitar 29,17%. Saham publik tercatat sebanyak 2,94 miliar saham, menunjukkan likuiditas yang relatif besar di pasar.

Menariknya, laporan ini juga mencatat lonjakan signifikan jumlah investor ritel. Jumlah pemegang saham PTRO melonjak dari 39.049 menjadi 62.780 pemegang saham, atau bertambah 23.731 investor hanya dalam satu bulan.

Sementara itu, kepemilikan saham jajaran direksi dan komisaris tercatat relatif kecil dan tidak mengalami perubahan signifikan. Tidak terdapat saham treasuri dalam struktur kepemilikan Perseroan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru