back to top

Bank Mandiri (BMRI) Perkuat Modal di Tengah Tekanan Global

Emitentrust.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menegaskan komitmennya menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika eksternal yang memengaruhi sektor perbankan.

Dalam pernyataan resminya, manajemen menyampaikan bahwa berbagai penilaian eksternal terhadap industri perbankan tidak terlepas dari faktor makroekonomi, pergerakan nilai tukar, hingga kondisi fundamental masing-masing bank. Situasi tersebut disebut menjadi pengingat bagi perseroan untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global.

“Penilaian eksternal terhadap sektor perbankan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta kondisi fundamental perseroan,” tulis manajemen.

Sebagai langkah antisipatif, Bank Mandiri akan memperkuat pengelolaan likuiditas dan permodalan, sekaligus menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat. Perseroan juga memastikan disiplin penerapan manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama.

Tak hanya fokus pada stabilitas internal, Bank Mandiri menegaskan akan melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang sejalan dengan kebijakan regulator. Hal ini selaras dengan peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kinerja tetap solid di tengah tantangan global.

Dengan penguatan fundamental dan manajemen risiko yang ketat, Bank Mandiri optimistis mampu menjaga kinerja sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar.

Artikel Terkait

BI Ungkap Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD146,2 Miliar di April 2026

BI mencatat Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar 146,2 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS.

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Sejalan Pasar Global

Bank Indonesia (BI) memastikan pergerakan nilai tukar rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini yang menembus level Rp17.400 per dolar AS, masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

BPS Catat Neraca Dagang Surplus USD3,32 Miliar Pada Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada Maret 2026 sebesar USD3,32 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru