back to top

WIKA Gagal Lagi Bayar Bunga Obligasi, BEI Bertindak

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di seluruh pasar. Langkah ini diambil merespons aksi korporasi perseroan yang menunda pembayaran kewajiban keuangan kepada pemegang instrumen utangnya.

BEI dalam pengumuman 18 Februari 2026, menyebutkan suspensi ini didasari oleh ketidaksanggupan perseroan dalam memenuhi pembayaran bunga ke-16 untuk sejumlah seri obligasi dan pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah yang jatuh tempo pada tanggal tersebut.

Adapun rincian instrumen yang terdampak penundaan pembayaran meliputi:
-Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022: Seri A (WIKA02ACN2), Seri B (WIKA02BCN2), dan Seri C (WIKA02CCN2).

-Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022: Seri B (SMWIKA02BCN2) dan Seri C (SMWIKA02CCN2).

Pihak Bursa menyatakan bahwa penundaan pembayaran ini merupakan indikasi adanya permasalahan signifikan pada kelangsungan usaha (going concern) emiten konstruksi pelat merah tersebut. Sebelumnya, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui surat tertanggal 13 Februari 2026 juga telah mengonfirmasi terkait penundaan tersebut.

“Bursa memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara perdagangan efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk hingga pengumuman lebih lanjut,” tulis Adi Pratomo Aryanto, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI.

Saat ini, saham WIKA tercatat berada di Papan Pemantauan Khusus. Otoritas bursa meminta kepada seluruh pihak terkait dan investor untuk terus memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen perseroan guna mendapatkan perkembangan terkini terkait restrukturisasi atau penyelesaian kewajiban keuangan perusahaan.

Artikel Terkait

Market Cap BEI Melonjak 7,18%, Tembus Rp13.189T Dalam Sepekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan perdagangan periode 13—17 April 2026 mencatat Kapitalisasi pasar melonjak 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari sebelumnya Rp12.305 triliun.

BEI Layangkan Surat ke Emiten Grup Bakrie (DEWA)

Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR),

IHSG Bangkit di Akhir Pekan, Reli Sepekan Tembus 2% Lebih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (17/4/2026), setelah sempat tertekan dalam dua hari sebelumnya. IHSG ditutup menguat 12,62 poin atau 0,17% ke level 7.634,00.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru