back to top

Asing Borong TUGU 2 Pekan Tanpa Henti, Ada Apa?

Emitentrust.com- Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) makin diburu investor asing sepanjang Februari 2026. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini tercatat tak pernah lepas dari aksi beli bersih asing sejak awal bulan, seiring ekspektasi kinerja solid dan potensi dividen jumbo.

Data broker menunjukkan, sejak 2–13 Februari 2026, saham TUGU konsisten mencetak net buy asing. Secara total, dana asing yang masuk mencapai Rp15,1 miliar hanya dalam kurun kurang dari dua pekan.

Manuver tersebut berbanding lurus dengan pergerakan harga sahamnya. Sepanjang Februari berjalan, saham TUGU sudah melonjak 25,5%. Terbaru, pada perdagangan Rabu (18/2/2026), saham ini kembali menguat 5,07% ke level Rp1.450 per saham saat pasar dibuka kembali usai libur Imlek.

Lonjakan ini mempertegas tren kenaikan yang sudah terjadi sejak awal tahun.

Analis dari Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, menilai derasnya aliran dana asing menunjukkan adanya permintaan kuat terhadap saham TUGU.

“Masuknya asing menunjukkan demand solid. Selain itu, likuiditas saham TUGU juga meningkat signifikan, dan ini penting bagi investor asing yang sangat memperhatikan aspek likuiditas dalam investability,” ujar Edo.

Sepanjang 2026, rata-rata nilai transaksi harian TUGU mencapai Rp8,4 miliar, melonjak tajam dibandingkan rata-rata 2025 yang hanya sekitar Rp3,5 miliar per hari. Peningkatan likuiditas ini membuat saham TUGU semakin “ramah” bagi investor institusi.

Momentum earnings season menjadi katalis berikutnya. Pasar kini menanti laporan keuangan konsolidasi full year 2025.

Menurut Edo, dari laporan bulanan induk dan kontribusi segmen reasuransi, laba bersih konsolidasi TUGU berpotensi menembus di atas Rp700 miliar.

Jika asumsi tersebut tercapai dan dividend payout ratio (DPR) dipertahankan di kisaran historis 40%, maka investor berpotensi menikmati yield dividen 5–6% di harga saat ini.

Dalam tiga tahun terakhir, TUGU memang dikenal royal membagikan dividen dengan DPR sekitar 40%. Dengan Risk Based Capital (RBC) di kisaran 350%, secara teori perseroan bahkan dinilai punya ruang untuk membagikan payout lebih tinggi—meski tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam bisnis asuransi yang sarat risiko.

Meski sudah naik signifikan, valuasi saham TUGU dinilai masih menarik. Saat ini TUGU diperdagangkan di kisaran 0,5x Price to Book Value (PBV), lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten asuransi lain yang berada di kisaran 0,7x hingga di atas 1x PBV.

“Fundamental solid, ada cash flow dividen, valuasi masih diskon. Ini bisa jadi momen rerating bagi saham TUGU,” tegas Edo.

Dengan kombinasi net buy asing, potensi laba besar, dividen atraktif, serta valuasi murah, saham TUGU kini menjadi salah satu primadona sektor asuransi yang paling disorot pasar.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru