back to top

Grup Astra (AUTO) Cetak Laba Rp2,2T di 2025, Naik 8,4%

Emitentrust.com- PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga 31 Desember 2025, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp19,90 triliun, naik sekitar 4,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,07 triliun.

Dalam laporan keuangan emiten grup Astra ini disebutkan, seiring kenaikan penjualan, beban pokok pendapatan turut meningkat menjadi Rp16,54 triliun dari Rp16,00 triliun. Meski demikian, laba bruto tetap tumbuh 9,8% menjadi Rp3,36 triliun, dibandingkan Rp3,06 triliun pada 2024.

AUTO mencatat laba sebelum pajak Rp2,63 triliun, naik 6,0% dari Rp2,48 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,20 triliun, meningkat 8,4% dibandingkan laba 2024 sebesar Rp2,03 triliun.

Kenaikan laba ini mencerminkan efisiensi operasional dan penguatan margin di tengah dinamika industri otomotif domestik.

Aset Naik ke Rp22,61 Triliun

Dari sisi neraca, total aset perseroan tumbuh signifikan menjadi Rp22,61 triliun per akhir 2025, meningkat dari Rp21,03 triliun pada akhir 2024.

Total liabilitas juga mengalami kenaikan menjadi Rp5,65 triliun dari Rp5,44 triliun. Meski liabilitas naik, posisi ekuitas tetap solid seiring pertumbuhan laba yang konsisten.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru