Emitentrust.com- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sepanjang 2025 membukukan laba neto konsolidasian sebesar Rp423 juta, merosot sekitar 96,6% dibandingkan laba Rp12,29 miliar pada 2024. Penurunan drastis ini terjadi di tengah melemahnya penjualan dan tekanan beban lain-lain.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Jumat (27/2), VKTR juga mencatat penjualan neto Rp1 triliun pada 2025, turun 7,9% dari Rp1,09 triliun pada 2024.
Beban pokok penjualan ikut turun menjadi Rp825,51 miliar dari Rp892,63 miliar. Namun laba bruto tetap tergerus menjadi Rp178,15 miliar dari Rp196,61 miliar, atau turun sekitar 9,4%.
Di sisi operasional, laba usaha justru naik tipis 8,2% menjadi Rp9,40 miliar dari Rp8,69 miliar.
Tekanan utama datang dari pos penghasilan (beban) lain-lain yang berbalik negatif Rp4,93 miliar, dibandingkan surplus Rp4,04 miliar pada tahun sebelumnya.
VKTR juga mencatat kerugian atas pelepasan investasi jangka panjang sebesar Rp3,34 miliar, serta beban keuangan Rp10,63 miliar meski turun dari Rp17,09 miliar pada 2024.
Laba sebelum pajak melonjak menjadi Rp13,44 miliar dari Rp3,76 miliar, namun beban pajak bersih Rp3,34 miliar membuat laba neto menyusut signifikan.
Sementara kepentingan nonpengendali menyumbang Rp11,79 miliar, sehingga total laba neto konsolidasian mencapai Rp12,29 miliar pada sisi atribusi, meski angka laba neto final tahun berjalan tercatat Rp423 juta.
Laba per saham dasar/dilusian tercatat Rp0,17 per saham, berbalik dari rugi Rp0,26 per saham tahun sebelumnya.
Aset Tumbuh 11,8%, Liabilitas Naik 22,2%
Dari sisi neraca, total aset VKTR meningkat 11,8% menjadi Rp1,80 triliun dari Rp1,61 triliun.
Namun total liabilitas naik lebih tinggi, sebesar 22,2% menjadi Rp553,02 miliar dari Rp452,68 miliar. Ekuitas justru turun 7,2% menjadi Rp1,16 triliun dari Rp1,25 triliun.
Kas dan setara kas tercatat Rp51,83 miliar, turun dari Rp75,12 miliar pada akhir 2024.


