back to top

WIKA Gagal Bayar Lagi, BEI Perpanjang Suspensi

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melanjutkan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di seluruh pasar mulai 3 Maret 2026 hingga pengumuman lebih lanjut.

Keputusan ini diambil setelah perseroan menunda pembayaran bunga obligasi dan pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah yang jatuh tempo pada 3 Maret 2026.

Berdasarkan surat perseroan tertanggal 30 Januari 2026 serta konfirmasi dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2 Maret 2026, WIKA menunda pembayaran:

Bunga ke-20 Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021 Seri A, B, dan C

Pendapatan bagi hasil ke-20 Sukuk Mudharabah Seri A, B, dan C

Pelunasan pokok Obligasi Seri A dan B

Pelunasan pokok Sukuk Mudharabah Seri A dan B

Instrumen yang terdampak antara lain WIKA01ACN2, WIKA01BCN2, WIKA01CCN2, serta seri sukuk terkait.

Indikasi Masalah Kelangsungan Usaha

BEI menilai penundaan pembayaran tersebut mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha perseroan.

“Atas penundaan pembayaran tersebut, mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha Perseroan,” tulis Bursa dalam pengumuman resmi No. Peng-SPT-00004/BEI.PP2/03-2026.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Bursa memutuskan untuk melanjutkan suspensi saham WIKA di seluruh pasar.

BEI juga meminta seluruh pihak untuk terus mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan terkait perkembangan selanjutnya.

Artikel Terkait

MEJA Sebut Rencana Rights Issue Dapat Restu OJK

PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) menyampaikan bahwa telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)

Harga Emas Antam Rabu ini Naik Rp3.000 per Gram

Harga emas Aneka Tambang pada Rabu ini (22/7) naik Rp3.000 per gram ini sedangkan harga buyback naik Rp14.000 per gram

CNKO Tahan Seluruh Laba Rp194,9M, Dividen Nihil

PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk. (CNKO) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 20 Juli 2026, seluruh laba bersih sebesar Rp194,98 miliar disepakati untuk memperkuat permodalan atau ekuitas Perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru