back to top

PGEO dan PLN Selangkah Lagi Bangun Panas Bumi Bengkulu

Emitentrust.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) kembali melangkah dalam pengembangan energi panas bumi nasional. Perusahaan menyerahkan dokumen teknis proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Daun kepada PT PLN (Persero) sebagai bagian dari tahapan menuju realisasi proyek tersebut.

Penyerahan dokumen yang dilakukan pada 6 Maret 2026 ini menjadi fase krusial dalam pengembangan PLTP Bukit Daun yang dirancang memiliki kapasitas 2×25 megawatt (MW) dan 2×5 MW. Langkah ini sekaligus menandai kesiapan PGEO untuk melangkah ke tahap konstruksi hingga operasi komersial.

Dokumen teknis tersebut merupakan salah satu persyaratan penting dalam proses evaluasi PLN untuk pembelian listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT). Proses ini nantinya akan bermuara pada penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) antara kedua pihak.

Melalui tahapan ini, proyek PLTP Bukit Daun akan menjalani penilaian menyeluruh, mulai dari aspek teknis, keekonomian proyek, hingga kesiapan integrasi ke sistem kelistrikan nasional.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi mengatakan, proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Bengkulu dan sekitarnya sekaligus meningkatkan kontribusi energi bersih di Indonesia.

Menurutnya, pengembangan potensi panas bumi Bukit Daun merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas pemanfaatan energi ramah lingkungan.

“Dengan semakin kuatnya dorongan pemerintah terhadap peningkatan bauran energi baru terbarukan, kami melihat momentum saat ini tepat untuk mempercepat pengembangan proyek ini,” ujarnya.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek tersebut juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui efek berganda (multiplier effect), termasuk peningkatan pendapatan daerah dan peluang kerja bagi masyarakat lokal.

PLTP Bukit Daun berada di dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Hululais yang mencakup Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong di Provinsi Bengkulu. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu potensi panas bumi strategis di Sumatra dengan karakteristik geologi yang mendukung terbentuknya sumber daya panas bumi.

Di wilayah yang sama, PGE juga tengah mengembangkan proyek PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas total mencapai 110 MW sebagai bagian dari ekspansi portofolio energi bersih perusahaan..

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, termasuk proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas sekitar 230 MW.

Pengembangan proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari kontribusi PGEO dalam mendukung target peningkatan bauran energi baru dan terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Anjlok 3,27%, Seluruh Sektor Masuk Zona Merah

Indeks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026). IHSG terkoreksi 248,31 poin atau 3,27%

BNI (BBNI) Setujui Bagi Dividen Rp13T & Buyback Saham Rp905M

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025

DMAS Ungkap Cucu Pendiri Sinarmas Grup Jadi Pemilik Akhir

Porsi saham publik emiten pengembang kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) tercatat sebesar 17,63% dari total saham perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru