back to top

Emiten Pelayaran Migas Ini Masih Dikendalikan Tommy Soeharto

Emitentrust.com – Porsi saham publik emiten pelayaran jasa distribusi dan infrastruktur energi PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) tercatat mencapai 23,57% dari total saham perusahaan.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 28 Februari 2026, jumlah saham free float HUMI mencapai sekitar 4,25 miliar saham dari total 18,06 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Meski porsi saham publik cukup besar, kendali perusahaan masih berada di tangan pemegang saham utama.

Pemegang saham pengendali HUMI adalah PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk yang menggenggam 13,80 miliar saham atau sekitar 76,43% dari total saham perseroan.

Perusahaan ini merupakan bagian dari kelompok usaha Humpuss yang bergerak di sektor transportasi dan logistik energi.

Dalam laporan registrasi tersebut juga disebutkan bahwa pemilik manfaat akhir (beneficial owner) dari HUMI adalah Hutomo Mandala Putra, yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto.

Tommy merupakan tokoh utama di balik grup bisnis Humpuss yang telah lama bergerak di sektor pelayaran, energi, dan logistik.

Di sisi lain, jumlah investor saham HUMI menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

Jumlah pemegang saham berbasis Single Investor Identification (SID) tercatat naik dari 60.685 investor menjadi 65.138 investor, atau bertambah 4.453 investor hingga akhir Februari 2026.

Artikel Terkait

Struktur BUMI Terkuak! Ada Nama Anthony Salim Sebagai Pemilik Akhir

Emitentrust.com- Struktur kepemilikan saham Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali...

FITT Batalkan Rencana Akuisisi Poseidon Shipping, Kenapa?

PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pembelian saham milik Anaga Group Indonesia (AGI) di Poseidon Shipping Indonesia (PSI).

Mirae Asset Ungkap Sektor Tahan Gejolak

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai volatilitas pasar saham domestik masih akan berlanjut seiring meningkatnya risiko geopolitik global, lonjakan harga energi, serta arus dana asing yang masih fluktuatif.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru