back to top

Bisnis Limbah Sumbang 41% Pendapatan TBS Energi (TOBA)

Emitentrust.com- PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan pendapatan dari segmen pengelolaan limbah sebesar US$155,4 juta pada 2025 atau sekitar 41% dari total pendapatan perseroan.

Direktur TBS Energi Utama Tbk, Juli Oktarina, mengatakan meningkatnya kontribusi bisnis non-batu bara menunjukkan transformasi bisnis perseroan yang semakin terdiversifikasi.

“Melalui komposisi bisnis yang semakin terdiversifikasi, eksposur terhadap volatilitas harga batu bara global pun semakin berkurang,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Sementara itu, segmen pertambangan dan perdagangan batu bara masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan US$194,6 juta atau sekitar 51% dari total pendapatan.

Namun kontribusi tersebut menurun signifikan dibandingkan 81% pada tahun sebelumnya, mencerminkan strategi perusahaan untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan pada batu bara.

Di tengah tekanan harga komoditas batu bara global, perseroan masih mencatatkan EBITDA disesuaikan positif sebesar US$47,2 juta pada 2025. Posisi kas juga tetap kuat di US$102,3 juta, meningkat 15% dibandingkan 2024.

Meski demikian, TBS Energi Utama Tbk membukukan rugi bersih sebesar US$162 juta pada 2025. Kerugian ini dipicu oleh penurunan harga batu bara dunia serta kerugian non-kas dari divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) senilai US$97 juta sebagai bagian dari transformasi menuju bisnis rendah karbon.

Menurut Juli, rugi akuntansi tersebut merupakan dampak satu kali dari proses transisi yang bertujuan membuka potensi arus kas jangka panjang yang lebih berkualitas.

Ke depan, perseroan menargetkan pertumbuhan melalui tiga pilar utama bisnis, yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

Melalui peta jalan transformasi TBS2030, perusahaan juga telah mengambil langkah pengurangan emisi karbon, termasuk dengan divestasi dua unit PLTU yang sebelumnya menyumbang sekitar 86% emisi portofolio pembangkit atau sekitar 1,4 juta ton CO₂ per tahun.

Selain itu, pada November 2025 perseroan juga meluncurkan Climate Transition Plan (CTP) sebagai panduan dekarbonisasi operasional dan portofolio perusahaan.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Naik 1,41%! Sektor Bahan Baku Melejit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (10/3/2026). IHSG naik 103,54 poin atau 1,41% ke level 7.440,91.

Pengendali Baru SGRO Rampungkan Tender Wajib

Proses pengambilalihan saham PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) memasuki babak baru. Pengendali baru, Agpa Pte. Ltd., resmi merampungkan penawaran tender wajib atas saham

ERAA dan ERAL Buka Data, Istri Aguan Jadi Pemilik Manfaat Akhir

Struktur kepemilikan saham Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) kembali terungkap dalam laporan registrasi pemegang efek terbaru. Hingga akhir Februari 2026, porsi saham publik atau free float ERAA tercatat

Populer 7 Hari

Berita Terbaru