back to top

IHSG Ditutup Naik 1,41%! Sektor Bahan Baku Melejit

Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (10/3/2026). IHSG naik 103,54 poin atau 1,41% ke level 7.440,91.

Penguatan IHSG didorong oleh mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di zona hijau.

Sektor dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku yang melonjak 4,42%. Disusul sektor perindustrian yang naik 2,86% serta sektor barang konsumen siklikal yang menguat 2,58%.

Sementara itu, hanya satu sektor yang ditutup di zona merah yakni sektor teknologi yang terkoreksi tipis 0,04%.

Sepanjang perdagangan, total volume transaksi saham mencapai 35,84 miliar saham dengan nilai transaksi Rp18,66 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 534 saham menguat, 190 saham melemah dan 93 saham stagnan.

Beberapa saham yang mencatat kenaikan harga signifikan antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang naik Rp4.350 menjadi Rp77.550 per saham. Disusul PT Golden Flower Tbk (POLU) yang menguat Rp1.925 menjadi Rp16.600 serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang naik Rp1.150 menjadi Rp15.400 per saham.

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami penurunan harga. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turun Rp5.000 menjadi Rp205.000 per saham, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) melemah Rp1.110 menjadi Rp2.240 serta PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun Rp900 menjadi Rp9.700 per saham.

Untuk saham teraktif diperdagangkan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 87.654 kali dengan nilai Rp1,2 triliun. Disusul PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 59.853 kali senilai Rp319 miliar serta PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) sebanyak 56.942 kali dengan nilai transaksi Rp118 miliar.

Di indeks LQ45, saham dengan kenaikan terbesar dipimpin oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang melesat 14,39%. Disusul PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang naik 10,47% serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang menguat 9,30%.

Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terdalam di LQ45 dipimpin oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang turun 4,52%. Diikuti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang melemah 3,90% serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 2,72%.

Artikel Terkait

KIJA Ungkap Restrukturisasi Kepemilikan Anak Usaha, Ini Detailnya

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melaporkan transaksi afiliasi senilai total Rp2,16 miliar sebagai bagian dari penataan kepemilikan pada salah satu entitas anak usaha. Perseroan menegaskan transaksi tersebut tidak berdampak material

Adhi Commuter Properti (ADCP) Bebas dari Ancaman PKPU

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) terbebas dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) setelah Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan yang diajukan PT Tyang Tehnik Seisoku.

BEI Soroti Perubahan Komposisi Saham dan Arah Bisnis Remala Abadi (DATA)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam suratnya tertanggal 22 Juli 2026 meminta penjelasan PT Remala Abadi Tbk (DATA) terkait perubahan komposisi saham, pengendali dan transaksi material berupa fasilitas pinjaman dan arah bisnis.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru