back to top

BEI Telisik LAPD, Rugi Rp451M Tapi Mau Ekspansi Tambang

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat kepada PT Leyand International Tbk (LAPD) terkait berpotensi berubah drastis arah bisnis setelah masuknya pengendali baru.

Dalam tanggapannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen LAPD mengungkap rencana restrukturisasi besar-besaran yang mencakup divestasi anak usaha, penjajakan akuisisi baru, hingga ekspansi ke sektor energi dan pertambangan.

Manajemen LAPD mengakui tengah melakukan penataan ulang struktur grup. Perusahaan berencana melepas sejumlah anak usaha yang dinilai tidak lagi sejalan dengan arah bisnis ke depan. Sebaliknya, perseroan membuka peluang untuk mengakuisisi perusahaan lain yang dianggap lebih strategis guna mendongkrak kinerja.

Salah satu entitas yang berpotensi dilepas adalah PT Rusindo Eka Raya. Berdasarkan evaluasi internal, kegiatan usaha anak perusahaan tersebut dinilai tidak lagi selaras dengan fokus pengembangan bisnis perseroan ke depan sehingga opsi divestasi kini sedang dipertimbangkan.

Restrukturisasi ini juga menjadi bagian dari transformasi setelah pengambilalihan oleh PT JSI Sinergi Mas sebagai pengendali baru. Sejumlah langkah sinergi sudah mulai dijalankan, mulai dari transfer teknologi, penguatan jaringan supply chain, hingga kolaborasi riset dan pengembangan (R&D) guna mendorong efisiensi dan ekspansi usaha.

Tak berhenti di situ, LAPD juga tengah membidik peluang bisnis baru di sektor energi dan pertambangan, termasuk mineral seperti pasir silika maupun batu bara.


Namun manajemen menyebut studi kelayakan terkait rencana ekspansi tersebut masih dalam tahap pembahasan internal sehingga hasil final belum dapat dipublikasikan.

Transformasi agresif ini terjadi di tengah kondisi keuangan perseroan yang masih tertekan. Hingga 30 September 2025, LAPD tercatat masih membukukan akumulasi rugi pada ekuitas mencapai Rp451 miliar.

“ Untuk memperbaiki kondisi tersebut, perusahaan mengaku sedang menjajaki sejumlah aksi korporasi strategis, termasuk potensi akuisisi perusahaan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi kinerja,” jawab Direktur Utama LAPD ke BEI pada Kamis (12/3).

Selain itu, perseroan juga tengah mempertimbangkan rencana penambahan modal melalui private placement dalam 12 bulan ke depan. Langkah ini masih dalam kajian internal dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kebutuhan pendanaan perseroan.

Di sisi lain, manajemen juga menjelaskan sejumlah isu terkait struktur kepemilikan saham. Berdasarkan data terbaru daftar pemegang saham per 9 Maret 2026, Layman Holdings Pte. Ltd. tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham perseroan. Sebelumnya perusahaan tersebut memiliki 72,36 juta saham, yang kini telah beralih menjadi bagian dari kepemilikan publik.

Terkait proses mandatory tender offer, pengendali baru menegaskan bahwa dana untuk pelaksanaan aksi tersebut berasal dari fasilitas pinjaman pemegang saham dalam bentuk shareholder loan tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Harga tender wajib sendiri ditetapkan Rp50,21 per saham, yang merupakan nilai tertinggi antara harga pengambilalihan rata-rata tertimbang Rp45,17 per saham dan rata-rata harga tertinggi perdagangan saham selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi.

Seperti diketahui saham LAPD dalam sepekan terakhir anjlok 10,2 persen ke level Rp98. Dalam sebulan rontok 40 persen dari harga Rp148 pada 12 Februari 2026.

Artikel Terkait

IHSG Ambruk 3,05%! 629 Saham Rontok di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada akhir perdagangan Jumat (13/3/2026). IHSG merosot 224,90 poin atau 3,05% ke level 7.137,21.

Bos Astra (ASII) Cicil Beli Saham Harga Pasar

PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan bahwa Thomas Junaidi Alim W selaku Direktur telah melakukan aksi pembelian saham di pasar pada 11 Maret 2026.

Mulia Boga (KEJU) Mau Masuk Bisnis Cokelat & Restoran

Emiten produsen makanan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) bersiap melakukan ekspansi bisnis baru dengan menambah lini usaha di sektor perdagangan produk makanan hingga layanan restoran.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru