back to top

Super Bank (SUPA) Cetak Laba Rp99M di 2025 Setelah Rugi Ratusan Miliar

Emitentrust.com – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025. Bank Grup Emtek ini berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba dengan laba bersih mencapai Rp99,68 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp366,37 miliar pada 2024.

Dengan capaian tersebut, perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih sekitar 127% secara tahunan (year on year) jika dibandingkan dengan posisi rugi tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Kamis (12/3) disebutkan bahwa lonjakan kinerja ini ditopang oleh peningkatan tajam pendapatan bunga.

Sepanjang 2025, pendapatan bunga bank melonjak menjadi Rp2,16 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp743,98 miliar pada 2024. Hal ini mendorong pendapatan bunga bersih mencapai Rp1,58 triliun, naik drastis dari Rp606,84 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional, total pendapatan operasional perseroan juga meningkat signifikan seiring pertumbuhan bisnis kredit dan aktivitas intermediasi bank.

Meski demikian, beban operasional masih cukup besar, terutama dari beban administrasi, tenaga kerja, serta cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan.

Sejalan dengan ekspansi bisnisnya, penyaluran kredit PT Super Bank Indonesia Tbk juga meningkat tajam. Hingga akhir 2025, kredit yang diberikan mencapai Rp9,62 triliun, naik dari Rp6,43 triliun pada tahun sebelumnya. Setelah dikurangi pencadangan, kredit bersih tercatat Rp9,20 triliun.

Pertumbuhan bisnis juga terlihat dari sisi pendanaan. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun bank melonjak menjadi Rp11,83 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp4,94 triliun pada 2024.

Di sisi neraca, total aset perseroan juga meningkat pesat. Hingga 31 Desember 2025, total aset bank mencapai Rp21,28 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan Rp11,39 triliun pada tahun sebelumnya.
Peningkatan aset tersebut turut ditopang oleh pertumbuhan investasi pada efek-efek yang mencapai Rp7,85 triliun serta ekspansi kredit kepada nasabah.

Dengan lonjakan kinerja tersebut, total ekuitas bank juga meningkat menjadi Rp8,16 triliun pada akhir 2025, dibandingkan Rp5,25 triliun pada 2024, seiring tambahan modal serta laba tahun berjalan.

Artikel Terkait

AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau rights issue dengan nilai maksimal Rp175 miliar.

Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) membukukan rugi bersih sebesar Rp124,25 miliar pada semester I-2026. Hasil tersebut berbalik dari laba bersih Rp793,30 juta yang dicatatkan pada periode yang sama tahun lalu

BEI Beberkan Pipeline Terbaru!

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penghimpunan dana di pasar modal tetap bergulir hingga akhir Juli 2026. Sepanjang periode tersebut, sebanyak tujuh perusahaan telah melaksanakan penawaran umum

Populer 7 Hari

Berita Terbaru