Emitentrust.com- Emiten produsen perabotan rumah tangga PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) masih mencatatkan kinerja negatif sepanjang 2025. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp5,88 miliar, meski angka tersebut menyusut sekitar 18,9% dibandingkan rugi Rp7,25 miliar pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan bersih meningkat signifikan menjadi Rp89,08 miliar pada 2025, naik dari Rp75,02 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan penjualan turut mendorong laba bruto menjadi Rp14,50 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp12,37 miliar pada 2024. Namun, tingginya beban operasional masih menekan kinerja perseroan.
Perusahaan mencatat beban umum dan administrasi mencapai Rp19,71 miliar, meningkat dari Rp18,51 miliar pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat perseroan masih membukukan rugi usaha sebesar Rp6,65 miliar, meski lebih baik dibandingkan rugi usaha Rp7,46 miliar pada 2024.
Setelah memperhitungkan beban bunga serta dampak selisih kurs, rugi sebelum pajak tercatat Rp7,26 miliar. Perseroan memperoleh manfaat pajak tangguhan sebesar Rp1,80 miliar, sehingga rugi bersih tahun berjalan menjadi Rp5,88 miliar.
Meski masih merugi, secara komprehensif perusahaan mencatat penghasilan komprehensif sebesar Rp9,12 miliar, terutama didorong oleh surplus revaluasi aset tetap sebesar Rp16,50 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp220,33 miliar hingga akhir 2025, naik dari Rp197,39 miliar pada 2024. Sementara itu liabilitas tercatat Rp107,39 miliar, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp112,94 miliar.
PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) adalah perusahaan manufaktur multinasional yang berbasis di Surabaya, Indonesia, yang bergerak dalam industri peralatan rumah tangga. Produk utamanya meliputi alat masak logam berlapis enamel (enamel-on-steel) dan kemasan kaleng (tin), seperti panci, wajan, teko, mug, dan nampan.
Pemilik utama PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) adalah PT Kedawung Subur (43,62%) dan DK Lim & Sons Investment Pte Ltd (31,40%) per September 2024. Perusahaan ini merupakan bagian dari Kedaung Group, konglomerasi produsen pecah belah yang didirikan oleh Agus Nursalim pada tahun 1969.


