back to top

DSSA Grup Sinarmas Bukukan Laba Anjlok 33,4% di 2025

Emitentrust.com- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat penurunan laba bersih signifikan sepanjang tahun 2025. Emiten milik Grup Sinar Mas ini membukukan laba tahun berjalan sebesar US$361,2 juta, turun sekitar 33,4% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai US$542,78 juta.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Rabu (25/3) disebutkan bahwa penurunan laba ini terjadi di tengah melemahnya pendapatan usaha yang tercatat US$2,79 miliar, turun dari US$3,01 miliar pada tahun sebelumnya.

🔻
Laba kotor DSSA juga mengalami penurunan tajam menjadi US$941,65 juta, dari sebelumnya US$1,22 miliar. Penurunan ini sejalan dengan meningkatnya beban pokok penjualan yang naik menjadi US$1,84 miliar.

Di sisi lain, laba usaha ikut terkoreksi cukup dalam menjadi US$400,93 juta, dibandingkan US$650,73 juta pada 2024. Meski beban usaha relatif terkendali, tekanan pada sisi pendapatan menjadi faktor utama pelemahan kinerja.

Laba sebelum pajak tercatat US$464,08 juta, turun dari US$710,24 juta. Sementara itu, beban pajak mencapai US$102,88 juta, ikut menggerus laba bersih.

Tak hanya itu, rugi komprehensif lain juga tercatat US$22,79 juta, terutama akibat selisih kurs dan fluktuasi nilai wajar investasi.

Di tengah penurunan laba, total aset DSSA justru melonjak menjadi US$4,41 miliar, naik dari US$3,69 miliar pada 2024.

Namun, posisi kas dan setara kas anjlok drastis menjadi US$412,8 juta, dari sebelumnya US$882,9 juta. Penurunan ini dipicu oleh derasnya arus kas keluar untuk aktivitas investasi yang mencapai hampir US$973 juta.

Artikel Terkait

Grup Harita (NCKL) Ungkap Habiskan Dana IPO Rp9,7T

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), emiten tambang nikel terafiliasi Grup Harita, melaporkan realisasi penuh penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 31 Maret 2026.

Grup Salim (IMJS) Buka Data! Free Float 8%, Ini Sosok Penerima Manfaat

Struktur kepemilikan saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS) emiten otomotif grup Salim masih didominasi oleh pemegang saham pengendali, sementara porsi saham publik (free float) tercatat tetap terbatas.

Dua Saham Disetop BEI, Nasibnya Berbeda

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan dua saham sekaligus, yakni PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), mulai sesi I Senin (6/4/2026).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru